Musim Hujan, Gang Pasar Baru Panyabungan Jadi Kolam Lumpur

Panyabungan, StArtNews-Pasar tradisional belakangan ini semakin tergilas dengan munculnya pasar-pasar modern atau mini market. Salah satu yang menjadi kendala bagi masyarakat ketika ke pasar adalah kondisi pasar yang rentan dengan becek. Namun, becek saja barangkali sudah biasa, bagaimana dengan kondisi pasar yang mirip kolam lumpur?

Hal seperti itu menjadi satu hal yang lumrah di Pasar Panyabungan (pasar relokasi-red). Pasar sementara ini sangat akrab dengan lumpur dan becek. Terlebih pada musim hujan seperti saat ini. Kolam-kolam lumpur banyak bermunculan akibat genangan air hujan.

Salah satu pengunjung pasar, mengutip Mandailingonline.com pada Senin (12/10) mengibaratkan belanja ke Pasar Panyabungan seperti pergi ke sawah.

Kondisi gang pasar yang penuh dengan lumpur ini seperti tidak mendapat perhatian dari Pemkab Madina. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya drainase di banyak gang yang ada di pasar juga kondisi yang terjadi sudah berlarut-larut.

StArtNews pada pertengahan Juli lalu ketika mengunjungi pasar ini mendapati hal yang sama. Padahal saat itu belum masuk musim hujan.

Selain banyaknya genangan lumpur, kolong-kolong lapak pedagang yang rendah terlihat menyisakan tanah basah bekas genangan saat hujan mengguyur pasar.

Selain gang pasar yang becek, nuansa sempit dan sesak menjadikan pasar ini sumpek. Bahkan sudah menjurus pada gambaran pasar kumuh di negara-negara terbelakang.

Sebelumnya, letak pasar yang jauh dari jalan raya sudah dikeluhkan banyak pedagang karena masyarakat jadi enggan berbelanja ke pasar. Dengan situasi terkini bukan tak mungkin pasar akan semakin sepi dan perekonomian masyarakat akan semakin anjlok.

Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi