Pansus LKPJ Bupati TA 2016 Soroti Harga Karet, Dinas Pariwisata dan Kehutanan Perkebunan

Panyabungan.StArtNews-Panitia khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Mandailing Natal Tahun Anggaran TA 2016 melalui ketua Pansus Erwin Efendi Nasution, SH menyampaikan lewat sidang paripurna pada Selasa (2/5) di ruang sidang Paripurna DPRD Madina Komplek Perkantoran Pemkab Madina Puncak Payaloting Aek Godang desa Parbangunan Panyabungan bahwa sektor Parawisata merupakan Icon Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun sayangnya sementara pada tahun 2016 Dinas Pemuda dan Olahraga Parawisata Seni dan Budaya tidak dapat melihat kontribusi terhadap pendapatan daerah. Hal ini agar menjadi perhatian serius termasuk dengan menempatkan personil yang memahami dan berlatar belakang kepariwisataan.

Kita sadari bahwa potensi Kab Madina sangat banyak untuk dijadikan pendongkrak PAD dengan memperkenalkan seni dan budaya serta produk khas daerah kita.Serangkaian objek wisata yang ada  apabila dikelola dengan serius bakal dapat menjadi penyumbang bagi PAD dari sektor parawisata.

Sementara itu seputar kehutanan dan perkebunan  pihak pansus mengatakan bahwa mereka tidak  bosan bosannya mengingatkan Bupati agar menyelesaikan persoalan persoalan seputar Perizinan, Sengketa lahan, Perambahan hutan, Realisasi Plasma, Corporate Social Responsivitas (CSR), Retribusi Hasil Perkebunan dan masih banyak lagi, hal ini dilakukan oleh perusahaan yang ada di Kab Madina. Atas dasar itu Pansus tekankan agar persoalan ini menjadi prioritas bagi Bupati untuk menuntaskannya.

Yang penting dari itu semua melalui rekomendasi Pansus, kami kembali meminta solusi dari Bupati dalam anjloknya harga karet beberapa tahun ini. Pansus menilai bahwa Bupati dapat mengambil kebijakan yang baik dengan memberdayakan UKM sebagai alternatif sumber pencarian tambahan masyarakat seperti halnya pamanfaatan limbah kayu dan diolah menjadi barang mewah atau barang Lux sehingga berharga tinggi, pembinaan usaha produksi makanan khas Kab Madina. Hal ini sangat penting mengingat 75% penduduk Kab Madina hidup sebagai petani karet. Secara jelas kita juga merasakan dampak dari anjloknya harga getah karet tersebut, hal ini terlihat dari melemahnya daya beli masyarakat yang tentu berpengaruh pada pendapatan daerah.

Reporter : R Ray

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi