Hak Cipta @Redaksi

Pasca Pemilu, Kinerja DPRD Madina Dinilai Buruk

Panyabungan, StArtNews – Pasca Pemilihan Umum DPRD yang digelar bulan April lewat, kinerja anggota Legislatif Kabupaten Mandailing Natal dinilai sangat buruk, sejumlah agenda DPRD kerap molor bahkan kehadiran anggota Dewan pun sangat krisis.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dipilih langsung oleh rakyat melalui perundang-undangan seharusnya mengawasi kinerja Pemerintah Daerah dan menyerap keluh kesah yang terjadi ditengah masyarakat saat ini sudah tidak terlihat lagi.
Hal ini dikatakan oleh Muhammad Asry Lubis selaku Wakil Ketua Satuan Kemahasiswaan IPK Mandailing Natal pada StArtNews di Jalan William Iskandar Kamis (26/06/19).
Dia mengatakan, buruknya kinerja anggota dewan saat ini terlihat tidak adanya lagi empati dan kritik terhadap kebijakan Pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat, belum lagi kehadiran anggota dewan di gedung DPRD, nyaris setiap hari gedung DPRD itu hanya di hadiri beberapa anggota Dewan saja, seandainya ada warga masyarakat yang hendak mengadukan persoalan rakyat ke Dewan, sudah barang pasti Masyarakat nya akan kecewa karena yang mereka tuju pasti tak ada di tempat.
Masalah buruknya pelayanan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil kata Muhammad Asry, harusnya menjadi perhatian Anggota DPRD Mandailing Natal, dua minggu lebih warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan di Disdukcapil kerap menerima kekecewaan karena ketidak siapan Disdukcapil dalam menghadapi aturan yang mereka buat sendiri.
“Seharusnya anggota DPRD hadir agar keluhan masyarakat bisa tersahuti dengan baik, dan mencari solusi yang menjadi kendala dalam pelayanan masyarakat yang di kantor Diskucapil Madina tersebut,” cetus Wakil Ketua Satuan Mahasiswa IPK Madina.
Lebih lanjut dikatakan Muhammad Asry, saat ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat adalah keberadaan tumpukan sampah di sejumlah titik kota Panyabungan.
Banyaknya sampah ini berada di pemukiman warga yang belum terangkut oleh petugas kebersihan bahkan hingga sekarang sampah itu sudah berhari hari yang akan menjadi jentik-jentik penyakit.
“Jangan sampai orang lain mengira kota yang kita cintai ini menjadi julukan kota sampah, harusnya anggota DPRD memanggil intansi terkait daerah agar masalah ini teratasi,” tuturnya.
Muhammad Asry berharap, diakhir jabatan Anggota DPRD Madina, harusnya menunjukkan kinerja yang baik di mata masyarakat, jangan justru menunjukkan kinerja yang buruk.
Reporter : Hasmar Lubis
Editor : Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...