Pemerintah Diminta Perhatikan Home Industri Di Madina

START FM Ada banyak jenis ekonomi kreatif yang dijalankan masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) namun sebagian besar pengrajin ekonomi kreatif dan home industry mengalami kendala di bidang pemasaran juga permodalan.

Pengamat ekonomi di Kabupaten Madina, Saparuddin Haji Lubis, Minggu (24/7) kemarin mengatakan, ekonomi kreatif maupun home industry (industri rumahan) salah satu langkah paling tepat guna mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Madina, mengingat ekonomi masyarakat belakangan ini mengalami penurunan, apalagi di Madina penghasilan masyarakat mayoritas dari pertanian dan perkebunan, sementara harga hasil bumi semakin merosot terutama komoditi karet.

“Belakangan ini kondisi ekonomi masyarakat di Madina semakin sulit, apalagi masyarakat kita kebanyakan berpenghasilan dari perkebunan dan pertanian. Di saat ekonomi sulit seperti ini, pemerintah kita harap mengambil peran menyelamatkan ekonomi masyarakat, dan paling layak dilakukan saat ini adalah melakukan pembinaan terhadap produk-produk kreatif dan industri rumahan, karena di daerah kita banyak sekali produk kreatif yang dapat dikembangkan, tapi kebanyakan terkendala di modal dan pemasaran,” ungkap pria yang familiar disapa Akong itu.

http://mohganews.co.id/area/700-pemerintah-diminta-perhatikan-home-industri-di-madina

Selain membina dan memberdayakan produk kreatif, pemerintah juga diharap meningkatkan pelatihan skill bagi kalangan pemuda yang bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan baru di tengah-tengah masyarakat. Akong menyebut, selama ini pemerintah melalui Kantor Latihan Kerja masih focus pada pelatihan di bidang perbengkelan.

“Selama ini kita lihat focus pelatihannya adalah perbengkelan, namun melihat peluang ekonomi di masyarakat kita, sebenarnya yang perlu dilakukan bukan bidang perbengkelan saja, tetapi pelatihan di bidang produk kreatif dan industri rumah tangga misalnya di bidang kuliner dan makanan ringan, yang tujuannya adalah supaya produk-produk daerah kita dapat bersaing dengan produk dari daerah lain. Karena sampai sekarang, para pelaku UKM di daerah kita kesulitan memasarkan produknya di luar daerah, kekalahannya bukan soal rasa, tetapi termasuk kemasan dan label maupun brand yang tidak menarik, kemasan maupun merk ini salah satu cara menarik perhatian masyarakat luar daerah yang ingin mengenal produk kita,” ungkapnya.

Karena itu, peran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM dan Pasar sangat penting dalam rangka mengembangkan produk-produk kreatif local agar bisa kompetitif dan diminati warga luar daerah, Disperindag diharap memperhatikan kendala apa saja yang dialami pelaku UKM supaya tetap produktif dan bisa bersaing dengan produk daerah lain, dalam hal ini paling utama adalah di bidang modal.

Sumber : MohgaNews.Com

Admin : Musly Joss Start

https://www.facebook.com/profile.php?id=100011181421049

https://www.facebook.com/profile.php?id=100011357438803&fref=ts

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi