Ponpes di Madina Diminta Tingkatkan Protokol Kesehatan

Panyabungan, StArtNews-Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal meminta pondok pesantren se-Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang saat ini sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka agar meningkatkan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing pesantren.

Hal ini di maksudkan untuk memutus rantai perkembangan virus Covid-19 yang beberapa hari terakhir ini angkanya semakin meningkat di Bumi Gordang Sambilan.

Demikian dikatakan Bupati Mandailing Natal, Drs. Dahlan Hasan Nasution melalui Sekda Madina Gozali Pulungan, SH, MM dalam rapat dengan pimpinan pondok pesantren se-Madina, Selasa siang (22/9) terkait menyikapi bertambahnya jumlah penderita Covid-19 di Madina dan pembahasan kelangsungan pembelajaran tahap muka yang sedang berlangsung di Pondok Pesantren saat ini.

Selain dihadiri Sekda Madina, rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mandailing Natal itu juga dihadiri Forkopimda; Ketua DPRD Madina, Erwin Effendi Lubis, SH; Plt. Kakan Kemenag Madina, Drs. Zainal Arifin MM; Kasi Pondok Pesantren, Ikhwan Siddiqi, S.Ag, MA, dan pimpinan pondok pesantren se-Mandailing Natal.

Gozali menyampaikan seiring bertambahnya penderita Covid-19, Kabupaten Mandiling Natal sudah menjadi zona merah. Terkait dengan ini, Bupati Mandailing Natal sudah mengeluarkan Perbup Nomor 30 tahun 2020 tentang protokol penanganan Covid.

Dengan keluarnya Perbup ini, Madina sudah melewati tahap sosialisasi dan edukasi dan sekarang tahap penegakan hukum. Pemkab Madina juga sudah koordinasi dengan semua unsur Forkopimda untuk segera melaksanakan Perbup ini di tengah tengah masyarakat.

‘”Terkait dengan pembelajaran tatap muka yang sedang berlangsung di semua pondok pesantren di Madina, kita minta semua pimpinan agar meningkatkan pelaksanaan protokol kesehatan. Jangan nanti sempat muncul klaster Covid baru dari lingkungan pesantren. Semua santri yang keluar masuk harus diukur suhu tubuhnya, kemudian tamu harus dibatasi dan mempersiapkan semua protokol kesehatan,” ujar Sekda.

Selain itu, kata Sekda, pihak pimpinan pesantren diminta lebih memperhatikan kesehatan para santri dan guru yang mengajar di pesantren.

Pihak Pesantren juga disarankan untuk membentuk relawan Covid di masing-masing pesantren dan melaksanakan penanganan khusus bagi santri yang tidak tinggal di asrama atau pulang ke rumah.

“Kalau bisa, santri yang pulang kerumah tidak usah dulu masuk sekolah, mereka ini dibuat sistem belajar daring. Sebab, santri yang keluar masuk dari dan ke pesantren ini sangat rentan membawa virus ke pesantren. Artinya, secara umum, kalau memang belajar tatap muka dilangsungkan harus ada kesepakatan meningkatkan pemberlakukan protokol keesehatan,” ujarnya.

Sedangkan Plt. Kakan Kemenag Mandailing Natal, Drs. Zainal Arifin, MM dalam kesempatan itu juga berharap agar pondok pesantren yang saat ini sedang melaksanakan tatap muka agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Dari segi sarana protokol kesehatan pesantren sudah siap, masalahnya sekarang bagaimana mendisiplinkan para santri agar tetap mematuhi segala peraturan kesehatan. Pihak pesantren harus membuat aturan tegas terhadap pemberlakuan protokol kesehatan ini,” ujarnya.

Reporter: Lokot Husda

Editor: Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi