menu Home chevron_right
Berita Madina

Protes Jalan Rusak di Pantai Barat Viral, Netizen Pertanyakan Aliran Pajak

Redaksi | 21 April 2026

Warga Madina meluapkan kekecewaan di media sosial terkait kerusakan parah jalan lintas Tanobato-Natal yang tak kunjung diperbaiki meski pajak rutin dibayarkan.

Panyabungan, StartNews – Sejumlah warga Mandailing Natal (Madina) meluapkan kekecewaan melalui media sosial terkait kondisi jalan lintas dari Tanobato menuju Kecamatan Natal yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki pemerintah.

Berbagai unggahan di platform Facebook, TikTok, hingga Instagram menyoroti infrastruktur yang hancur pasca-banjir beberapa bulan lalu, hingga memicu pertanyaan besar mengenai realisasi penggunaan pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat.

Kondisi jalan yang paling banyak disorot adalah titik amblas di perbatasan antara Sopotinjak dan Bulusoma, Kecamatan Batangnatal, serta kubangan lumpur serupa kolam di Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Linggabayu.

Masyarakat menilai para pemimpin di tingkat kabupaten maupun provinsi seolah menutup mata terhadap penderitaan warga yang setiap hari harus bertaruh nyawa dan kendaraan melintasi jalur utama pantai barat tersebut.

Salah seorang warga, Sobirin Mandily, menyampaikan protes keras terkait lambannya respons pemerintah terhadap titik kerusakan yang sebenarnya tidak terlalu Panjang, tetapi dibiarkan berlarut-larut. Dia mempertanyakan keberadaan pemerintah di tengah situasi sulit yang dihadapi pengguna jalan.

“Ternyata Triple Nasution Madina-Sumut belum mampu memperbaiki jalan yang lebih kurang 10 meter ini sejak pasca-banjir November 2025 hingga saat ini. Apa tidak ada kendaraan yang melintasi jalan ini yang membayar pajak kendaraannya? Apa kami tak dianggap ada lagi yang tinggal di balik-balik ini? Ampun, Ndoro,” tulis Sobirin dalam unggahan median sosialnya.

Senada dengan hal tersebut, warga lainnya bernama Budi Hamdi Nasution menyatakan kondisi di Sopotinjak semakin hari kian memprihatinkan tanpa adanya tanda-tanda alat berat turun ke lokasi.

Sementara Zulkipli Lubis secara tajam mengkritik kinerja birokrasi saat ini yang dinilai tidak memiliki skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur dasar.

“Malu melihat kondisi seperti ini dan ini-ini saja. Nyata kalau pemerintahan sekarang hanya tidur dan terlalu terlelap dengan mimpinya,” tulis Zulkipli.

Gelombang protes netizen ini diharapkan menjadi peringatan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk segera mengambil langkah konkret.

Warga mendesak agar perbaikan jalan pantai barat diprioritaskan secepatnya, mengingat jalur ini merupakan urat nadi ekonomi masyarakat yang berdampak langsung pada biaya logistik dan keselamatan publik.

Reporter: Agus Hasibuan

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play