menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

SMP Negeri 1 Kotanopan Tingkatkan Keimanan Siswa Melalui Kegiatan Literisasi

Ade | 8 November 2016
Kegiatan Literisasi di SMP Negri 1 Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal salah satunya kegiatan keagamaan.

Kegiatan Literisasi di SMP Negri 1 Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal salah satunya kegiatan keagamaan.

Kotanopan. StartNews – Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa, pemerintah melalui Kemendikbud meluncurkan sebuah gerakan yang disebut Gerakan Literasi Sekolah. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca sebelum jam pelajaran dimulai. Gerakan ini bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Gerakan Literasi Sekolah dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.

Terkait pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di Mandailing Natal (Madina) Dinas pendidikan Kab. Madina mengapresiasi sekolah yang telah menjalankan gerakan tersebut. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Madina melalui sekretaris M. Yasir Nasution S.Pd.I, mengatakan ”Kita mengapresiasi dan mengucapkan terimaksih kepada Kepala Sekolah yang sudah menjalankan gerakan literisasi sekolah, tentu harapan kita dengan gerakan ini peserta didik mejadikan sekolah sebagai taman dan tempat yang nyaman dalam belajar,” sebut M.Yasir.

Secara terpisah Kepala SMP Negeri 1 Kotanopan, Irsan Hasibuan, S.Pd didampingi beberapa guru di sekolahnya senin (7/11), terkait pelaksanaan gerakan literisasi di sekolah sudah lama dilangsungkan dan sudah menjadi budaya pada peserta didik  untuk mengikuti geraka literisasi sekolah.

“Anak-anak yang duduk di bangku sekolah   merupakan usia emas sehingga  penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada mereka. Gerakan literasi adalah salah satu cara untuk menanamkan budi pekerti luhur tersebut.  Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak dini sebab proses pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas emosional dan spiritual,” ujar Irsan Hasibuan.

smp-negeri-1-kotanopan-tingkatkan-keimanan-siswa-melalui-kegiatan-literisasi-1

Gerakan literisasi yang dilaksanakan SMP Negri 1 Kotanopan ini, ucap Irsan Hasibuan tidak hanya membaca  buku-buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat  yang menyenangkan bagi peserta didik, akan tetapi lebih dari itu. Siswa di sekolah ini lebih diarahkan kepada hal yang spiritual. “Hal ini  guna menanamkan  satu kebiasaan bagi mereka untuk menjalankan hal yang berguna, tentu dengan Imtaq ,“ ucap Irsan.

Katanya, dengan dipandu guru Bidang study agama, yaitu Bapak Wahidin Siregar, Ibu Hiwani dan Fatimah,  gerakan literisasi disekolah mempunyai jadwal, hari senin upacara penaikan bendera merah putih, hari selasa dan  rabu mengaji atau membaca ayat suci Al’quran, dan bagi yang non muslim membaca kitab suci mereka, hari Jum’at siraman rohani atau mendengarkan dakwah dari siswa  dan sesuai jadwal juga membaca tahtim, dan pada hari sabtu dilakukan gerakan pramuka, bisa jadi pada hari sabtu dibuat gerakan seni untuk menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

“Gerakan literisasi di SMP Negeri 1 Kotanopan dengan membaca Al’quran merupakan salah satu upaya mensosialisasikan gerakan maghrib mengaji bagi siswa, sesuai dengan program bapak Bupati Madina.   Hanya saja kita melaksanakanya pagi hari 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Tentu hal ini sangat kita harapkan jadi kebiasaan bagi  anak-anak kita di rumah untuk mengaji di waktu maghrib oleh karena itu peran orang tua,  untuk mendukung mewujudkan gerakan literasi ini,”ungkapnya. (Z Ray)

Reporter : Z Ray

Editor : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play