Tanaman Padi Diserang Penyakit Aneh, Penghasilan Petani di Ulu Pungkut Menurun

Tanaman padi di tiga desa di wilayah Kecamatan Ulu Pungkut terserang penyakit, akibatnya penghasilan petani menurun
Ulu Pungkut-StArtNews Hasil panen padi warga tiga desa di Kecamatan Ulu Pungkut Kab. Mandailing Natal turun drastis pada musim panen kali ini. Hal ini diakibatkan adanya sejenis penyakit yang menyerang tanaman padi. Kondisi ini terjadi di tiga desa di Kec. Ulu Pungkut, yaitu Desa  Alahankae, Hutagodang dan desa Habincaran
Salah seorang petani di Kelurahan Hutagodang, Torang Lubis yang di jumpai Kamis (13/10) mengatakan, penyakit pada padi ini sudah mulai terlihat sejak umur padi 2 bulan. Masyarakat di daerah ini menyebutnya dengan Boro. Namun sampai saat ini para petani belum tahu cara penanggulangannya.
“Saat usia padi 2 bulan atau ketika bulir mulai keluar, penyakitnya mulai terlihat. Hal ini terus berlangsung sampai panen, ciri-cirinya penyakitnya  awalnya daun padi kekuning-kuningan, saat bulir padi keluar warnanya menjadi kuning  dan kehitam-hitaman, sedangkan tambah tua usia padi daunnya tambah layu.  Kita sudah coba dengan penyemporotan pestisida, namun sepertinya tidak ada pengaruhâ€, ujar Torang Lubis.
Dikatakannya,  sebenarnya penyakit padi ini sudah mulai  ada dari tiga musim tanam sebelumnya. Awalnya penyakit ini hanya ada disawah-sawah antara desa Alahankae dan Hutagodang, namun karena tidak adanya penanggulangan yang tepat, maka setiap musim tanam luasan padi yang ternyangkit penyakit semakin luas.
“Jika kita perhatikan umumnya varietas padi yang diserang ini adalah varietas padi kantor seperti Ceerang. Sedangkan varitas lokal cenderung hanya sedikit. Hasil panen yang paling drastis turunnya adalah  padi unggulan, sedang lokal sedikit,†tambahnya.
Torang berharap agar Pemkab Madina melalui Dinas Ketahan Pangan turun langsung mendampingi petani pada musim tanam yang akan datang. Sebab dampak dari penyakit padi ini sudah mengkhawatirkan dan agar  penyakit padi ini dapat ditanggulangi dengan tepat.
“Dua hari lalu kita sudah dibagikan bibit padi varietas baru bernama Mikongga. Karena ini bibit unggul, kita khawatir kejadian serupa terjadi lagi dengan bibit ini. Makanya kita berharap ada pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan. Selama ini kita  tidak pernah mendapat pendampingan atau minimal penjelasan. Kita berharap ada penyuluh Ketahanan Pangan sehingga pola tanam kita makin baik dan hasil panen kita juga makin naik†pinta Torang.
Reporter        : Lokot Husda Lubis
Editor             : Hanapi Lubis

Comments
This post currently has no comments.