Warga Batahan Kotanopan Sudah Seminggu Lebih Terisolasi

Kotanopan.StArt News-Warga desa Batahan Kecamatan Kotanopan Kab. Mandailing Natal sudah seminggu lebih hidup terisolasi karena infrastruktur jalan kedesa mereka abrasi dan tertimpa longsor. Sampai berita ini di turunkan, Jum’at (09/12) belum ada upaya pengangkatan material longsor dari pihak terkait.
Informasi yang dihimpun dari beberapa warga desa Batahan yang berada di Kotanopan yang salah satunya dari Sekretaris Desa, Padolan mengatakan, longsor yang menimpa jalan Pagar Gunung – Batahan sepanjang 8 Km sudah berlangsung seminggu lebih disebabkan hujan deras yang mengguyur daerah ini seminggu terakimg-20161210-wa0000hir.
“Sudah berlangsung seminggu lebih, kawasan longsor lebih sepuluh titik. Material longsor yang menimpa badan jalan cukup banyak, kalau dengan tenaga manusia tidak bisa lagi di angkat, harus menggunakan alat berat. Akibat kondisi ini, jenis kenderaan apapun tidak bisa lewat. Kalaupun dipaksakan, sepeda motornya harus di angkat melewati material longsor sepanjang 20 meter dalam satu titik dengan ketinggian 2 meter,”sebut Padolan.
Dikatakannya, titik kawasan longsor itu berada di Aek Sampuran 3 titik dengan panjang 10 meter dan tinggi 1, 5 meter. Wilayah Aek Sorik 15 meter dengan tinggi material longsor 2 meter, selain itu badan jalan juga abrasi sepanjang 5 meter. Lokasi lain, lewat wilayah Aek Sorik sepanjang 10 meter dengan ketinggian material longsor 1 meter.
Kemudian, sebelum wilayah Tanah Wakaf 15 meter dengan ketinggian material longsor 3 meter, di wilayah ini juga jalan abrasi sepanjang 6 meter. Ujung jalan Rabat Beton sepanjang 20 meter dan sebelum desa Batahan sepanjang 100 meter.
“Kawasan ini termasuk terparah, sedangkan longsor yang kecil-kecil masih banyak. Banyaknya titik longsor membuat warga ke 67 KK itu terisolasi. Ada beberapa penduduk yang memaksakan lewat, akhirnya sepeda motornya harus di angkat. Selain tanah, material longsor juga di serta kayu dan batu. Untuk sementara, praktis tidak ada yang bisa lewat,” ujarnya.
Ditambahkannya, longsor ini juga sudah kita laporkan ke Camat Kotanopan, begitu juga ke Bupati Madina sudah buat permohonan agar dihadirkan alat berat untuk mengangkat material longsor, namun sepertinya belum ada tanggapan. Buktinya sampai saat ini material longsor belum di angkat, bahkan titik longsor semakin hari semakin bertambah karena kwantitas hujan di wilayah ini cukup tingggi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini juga membuat warga desa merasa ketakutan untuk beraktivitas. Banyak di antara warga yang takut ke tempat usahanya karena khawatir terjadi longsor. Bukan itu saja, longsor ini juga telah meluluh lantakkan 3 tumpuk area persawahan di sepanjang jalan menuju desa.
Lumpuhnya jalan ke desa ini juga menyebabkan pendidikan tidak berjalan maksimal, disebabkan guru-guru yang mengajar di daerah ini banyak yang berasal dari luar desa. Mereka tidak bisa menembus longsor yang menimpa badan jalan. “Nggak biasa masuk ke Batahan, jalannya longsor. Kita masih menunggu material longsor di angkat,” ujar Agus Hermawahan salah seorang guru SDN di Batahan.
Sedangkan Kepala Desa Batahan Samwel yang dihubungi melalui seluler berharap agar Pemerintah secepatnya mengirimkan alat berat ke wilayah ini. Sebab, kondisi ini telah membuat warga terisolasi selama semingggu lebih. “ Melihat banyaknya material longsor harus menggunaan alat berat baru bisa dibersihkan. Kasihan kita melihat warga tidak bisa keluar dari desa, mudah-mudahan kondisi ini cepat teratasi,” harapnya

Reporter  : Lokot Husda Lubis

Editor       : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi