menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

1000 Santri di Madina akan Diturunkan ke Jalan

Ade | 10 Oktober 2018

Panyabungan, StArtNews- Sebanyak 1000 Santri dari 21 Pondok  Pesantren yang ada di Kab. Mandailing Natal akan diturunkan ke jalan untuk mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober nanti.

Informasi ini diperoleh saat berlangsung Rapat Koordinasi (Rakor) pimpinan Pondok Pesantren se Kab. Mandailing Natal, Selasa siang (9/10) bertempat di Aula Kemenang Madina. Selain pimpinan Pesantren, hadir juga dalam rapat ini Kakan Kemenag Madina yang Wakili Kasubag TU H.  Irfansyah Nasution, MM dan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Asrin, S.Ag,MA.

Kasubag TU, H. Irfansyah Nasution, MM, dalam kesempatan itu menyampaikan, untuk tahun ini peringatan Hari Santri Nasional di Mandailing Natal akan dilaksanakan secara besar besaran dengan melibatkan 1000 orang lebih Santri. Kemenang Madina juga  sudah berkoordinasi dengan Pemkab Madina terkait kegiatan ini. Jadi ini sipatnya panitia bersama antara Pemkab dengan Kemenag Madina.

Irfansyah berharap agar semua Pesantren di Kab. Mandailing Natal ikut serta memeriahkan hari Santri ini dengan menggelar berbagai kegiatan dan upacara di Pesantren masing-masing. Sebagai puncak acara akan dilaksanakan tanggal 22 Oktober dengan melibatkan ribuan Santri.

Sedangkan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Asrin, S.Ag, MA usai rapat mengatakan, terkait dengan peringatan Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober 2018 ini akan dilaksanakan berbagai kegiatan dengan bekerja sama dengan Pemkab Madina. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pawai defile/barisan dengan menurunkan 1000 orang  lebih Santri. Sedangkan titik kumpul di Simpang STAIN Dalan Lidang dan finish di Masjid Agung Nur Alannur Panyabungan.

Agenda kegiatan lainnya di hari yang sama berupa  Hadrah, Haflah, pembacaaan ikrar Santri, pemberian cendera mata kepada pimpinan Pondok Pesantren oleh Bupati Madina, Tauziyah, Dzikir dan doa kemudian dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam ulama di Musthafawiyah Purba Baru.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play