PTAR Bangun Fondasi Ekonomi Batangtoru Lewat Rantai Pasok Pangan Lokal
PT Agincourt Resources (PTAR) mengamankan masa depan ekonomi Batangtoru pasca-tambang melalui penguatan rantai pasok pangan lokal lewat komoditas kambing Burka, ayam petelur, dan jagung rakyat.
Tapsel, StartNews – PT Agincourt Resources (PTAR) mulai mengamankan masa depan ekonomi kawasan Batangtoru pasca-tambang dengan membangun ketahanan pangan lokal yang mandiri dan terintegrasi melalui komoditas peternakan serta pertanian rakyat.
Pengelola tambang emas Martabe ini tidak lagi mengandalkan proyek raksasa, melainkan fokus memperkuat sektor hilir masyarakat melalui pengembangan kambing Burka, ayam petelur, hingga sistem kontrak komoditas jagung.
Strategi diversifikasi ini menjadi langkah perusahaan untuk mengantisipasi potensi guncangan ekonomi saat industri ekstraktif tersebut berhenti beroperasi kelak.
Melalui skema Local Economic Development (LED) dan Martabe Social Enterprise, PTAR menghubungkan para petani jagung di Desa Sumuran dan Desa Telo langsung dengan unit peternakan ayam petelur di kawasan Aek Pahu untuk memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah dan permainan tengkulak.

Superintendent Local Economic Development PTAR, Yandi Krisna, menegaskan seluruh program kemitraan ini dirancang demi menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di wilayah lingkar tambang.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan ekonomi Batangtoru tetap hidup,” kata Yandi saat memaparkan strategi tersebut di kawasan Martabe Goat Farm, Aek Pahu, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (21/5/2026).
Selain mengintegrasikan pakan dari jagung rakyat, PTAR memprioritaskan produktivitas tinggi dengan mendatangkan bibit unggul kambing Burka—hasil persilangan kambing Boer Afrika dengan kambing Kacang lokal—dari Deli Serdang.
Komoditas ini dipilih karena mampu menghasilkan bobot daging hingga 20 kilogram pada usia satu tahun atau dua sampai tiga kali lipat lebih besar dibandingkan kambing lokal biasa.
Dalam menjaga keberlanjutan bisnis non-tambang ini, unit ayam petelur PTAR saat ini mampu mencapai titik cash flow operasional yang mandiri berkat penjualan telur yang menutupi biaya pakan.
Guna memperluas dampak ekonominya, perusahaan juga mengintegrasikan pengelolaan limbah kotoran ternak menjadi pupuk fermentasi untuk mendukung pertanian warga, sekaligus melibatkan belasan siswa SMK lokal dan pemuda setempat dalam transfer pengetahuan teknis pertanian dan peternakan.
Reporter: Lily Lubis

Comments
This post currently has no comments.