menu Home chevron_right
Berita Sumut

Sindir Jalan Rusak di Pembukaan MTQ, Bupati Tapsel Desak Pemprov Sumut Beri Perhatian

Redaksi | 22 Mei 2026

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu memanfaatkan momentum pembukaan MTQ ke-58 di Aek Bilah untuk menyentil kondisi infrastruktur jalan provinsi yang rusak parah.

Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menyentil kondisi infrastruktur jalan provinsi koridor Sipirok–Arse–Aek Bilah yang rusak parah saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-58 Tingkat Kabupaten Tapsel di Lapangan Bola Biru Bagusi, Desa Biru, Kecamatan Aek Bilah, Kamis (21/5/2026) malam.

Di hadapan ribuan warga, Gus Irawan mengaku terus memperjuangkan perbaikan akses jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar ketimpangan wilayah terpencil dapat segera teratasi.

Bahkan, langkah itu sudah dilakukan bupati dengan mengajak langsung Gubernur Sumatera Utara untuk melintasi jalur rusak tersebut saat peresmian Jembatan Aek Sipange pada Maret lalu. Gus Irawan sengaja memilih rute itu agar jajaran pemerintah provinsi bisa merasakan langsung penderitaan warga Aek Bilah yang selama ini terisolasi akibat akses jalan yang kupak-kapik.

“Saya sengaja menggiring Pak Gubernur lewat jalan itu supaya beliau melihat dan merasakan langsung bagaimana kondisi jalan menuju Aek Bilah,” ujar Gus Irawan yang langsung disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir di arena utama.

Kondisi infrastruktur yang buruk ini diakui menjadi tantangan berat di tengah upaya Pemkab Tapsel memulihkan perekonomian daerah. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Tapsel sempat merosot tajam menjadi 2,4 persen dari sebelumnya di atas 5 persen pada triwulan akhir 2025 akibat hantaman bencana banjir bandang dan longsor hebat pada November 2025.

Uniknya, Kecamatan Aek Bilah merupakan satu-satunya wilayah dari 15 kecamatan di Tapsel yang luput dari bencana besar tersebut, sehingga penunjukannya sebagai tuan rumah MTQ dinilai strategis untuk menggerakkan roda ekonomi baru.

Selain mendesak perbaikan jalan, Pemkab Tapsel kini menggandeng Bank Sumut untuk mengucurkan kredit usaha berbunga nol persen serta meluncurkan program ketahanan pangan lewat gerakan “Seribu Kolam” dan “Seribu Hektare Jagung”.

Sorotan mengenai ketertinggalan infrastruktur ini juga mendapat dukungan dari legislatif dan tokoh masyarakat. Penunjukan Kecamatan Aek Bilah yang berada di wilayah geografis terjauh sebagai pusat pelaksanaan MTQ ke-58 dipandang sebagai simbol komitmen pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Tapanuli Selatan.

Anggota DPRD Tapsel Muhammad Rawi Ritonga mengatakan pelaksanaan acara keagamaan di wilayah terpencil ini menorehkan sejarah baru bagi daerah tersebut. Dia berharap momentum ini menjadi pendobrak agar pemerintah provinsi segera merealisasikan perbaikan jalan.

“MTQ ke-58 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena digelar di kecamatan yang jauh. Ini menjadi semangat baru dan bukti perhatian pemerintah terhadap masyarakat Aek Bilah,” kata Rawi Ritonga.

Di sisi lain, kemeriahan syiar Islam di Aek Bilah juga membawa pesan persatuan yang kuat di tengah proses pemulihan pascabencana. Meski digelar di pelosok, pembukaan MTQ ke-58 berlangsung semarak dengan kehadiran kontingen lintas agama dari jemaat HKBP dan GKPA yang ikut berparade, menunjukkan harmoni kerukunan beragama yang tetap kokoh di Tapanuli Selatan.

Reporter: Lily Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play