Menanti Pemkab Madina Tangani Borok Sampah di Jantung Panyabungan
PANYABUNGAN – Matahari pagi baru saja menyembul di ufuk timur Kota Panyabungan, Kamis (21/5/2026). Jam digital di pergelangan tangan sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, waktu di mana denyut nadi ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini sedang sibuk-sibuknya.
Namun sayang, pemandangan pagi di jalan protokol kota berjuluk Bumi Gordang Sambilan ini harus ternoda. Alih-alih disambut tata kota yang asri dan bersih, pandangan mata justru disuguhi pemandangan klasik yang menjemukan: tumpukan sampah rumah tangga yang masih menggunung di pinggir jalan utama.
Masalah Klasik Berusia Puluhan Tahun
Masalah tumpukan sampah di pinggir jalan protokol ini ibarat lagu lama yang terus diputar ulang. Sejak Kabupaten Madina berdiri puluhan tahun lalu, urusan “perut” tempat pembuangan sampah ini seolah belum menemukan formula solusi yang paten.
Harapan warga untuk melihat Kota Panyabungan yang indah dan segar seiring terbitnya matahari, kerap kali harus kandas karena bau tak sedap dan visual yang mengganggu estetika kota.

Tiga PR Besar yang Harus Dibenahi
Menyelesaikan sengkarut sampah di jalan protokol ini tidak bisa dengan cara yang biasa-biasa saja. Setidaknya, ada tiga aspek krusial yang butuh pembenahan segera:
Penyusunan Ulang Jadwal Petugas: Perlu ada evaluasi dan pembenahan jadwal angkut dari dinas terkait. Idealnya, sebelum aktivitas kota dimulai atau sebelum matahari meninggi, armada pengangkut sudah selesai menyisir jalan-jalan protokol agar kota bersih sejak pagi buta.
Edukasi dan Regulasi Tegas: Masyarakat juga tidak bisa lepas tangan. Perlu ada sosialisasi masif dan edukasi agar warga tidak lagi menjadikan pinggiran jalan utama sebagai “bak sampah darurat”. Lebih dari itu, regulasi yang ketat dan sanksi yang jelas wajib ditegakkan agar ada efek jera.
Modernisasi Sarana dan Prasarana: Ini poin yang paling krusial. Pemerintah Daerah perlu memberikan atensi khusus dalam pengelolaan anggaran daerah (APBD) untuk memprioritaskan peremajaan armada dan kecukupan fasilitas tempat pembuangan sampah yang layak.
”Kota yang maju dicerminkan dari bagaimana mereka mengelola sampahnya. Panyabungan adalah wajah Madina, sudah saatnya wajah ini dibersihkan secara total, bukan sekadar disapu setengah-setengah.”
Masyarakat tentu berharap, tumpukan sampah di pagi hari ini tidak lagi menjadi pemandangan harian yang diwariskan dari tahun ke tahun. Komitmen pemerintah dan kesadaran warga adalah kunci utama agar Panyabungan bisa benar-benar tampil asri sebagai ibu kota Bumi Gordang Sambilan.

Comments
This post currently has no comments.