Batu Ganjal Bongkar Penyelundupan Narkoba Antar-Pulau di Medan
Medan, StartNews – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan membongkar modus operandi baru sindikat pengedar narkotika antar-pulau yang mengelirukan jasa pengiriman barang dengan menyelipkan batu sebagai pengganjal berat paket.
Pengungkapan kasus ini bermula dari penggerebekan rumah kos di Jalan Rawe II, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, yang difungsikan para pelaku sebagai gudang penyimpanan barang haram tersebut.
Aparat kepolisian mengamankan dua tersangka berinisial HS (19) dan JD (25). Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti 3 paket sabu, 191 butir pil ekstasi, 6 kilogram ganja, serta sejumlah uang tunai hasil transaksi.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan sindikat ini memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman paket dengan mengelirukan isi barang demi mengecoh petugas dan pengelola jasa pengiriman.
“Dalam praktiknya, para pelaku memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman paket dan mengkamuflasekan narkoba yang dikirim,” kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Selasa (28/7/2026).
Rafli membeberkan para pelaku mendaftarkan paket narkoba tersebut seolah-olah berisi barang elektronik maupun suku cadang (spare part) kendaraan. Agar timbangan berat paket sesuai dengan resi pengiriman barang yang diklaim, pelaku menyisipkan batu ke dalam kemasan.
“Modus operandi pelaku ini mengirimkan narkoba ke sejumlah daerah atau antar pulau, dengan menuliskan paket yang dikirim merupakan barang elektronik atau spare part. Untuk menyamarkan berat narkoba yang dikirim agar menyerupai dengan barang elektronik atau spare part, pelaku memasukkan batu ke dalam narkoba,” sebut Rafli.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penangkapan berawal pada Rabu (22/7/2026) saat polisi menciduk HS di Jalan Rawe V beserta 3 butir ekstasi. Pengembangan kasus itu mengarahkan polisi ke keberadaan JD di rumah kos Jalan Rawe II yang menyimpan sisa barang bukti dalam jumlah besar.
Sindikat ini telah menjalankan bisnis haram tersebut selama satu tahun terakhir dengan intensitas pengiriman mencapai 10 kali per bulan. Sasaran utama wilayah Indonesia Timur.
“Mereka ini sudah satu tahun terakhir beroperasi, dalam satu bulan memasok narkoba setidaknya 10 kali ke sejumlah daerah,” sebutnya.
Saat ini, polisi masih mengejar satu pelaku lain yang disinyalir sebagai pemasok utama barang haram tersebut kepada jaringan JD dan HS.
“Bagaimana pun pelaku berkamuflase, kami pastikan kami akan menemukan cara untuk mengungkapnya,” pungkasnya.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.