Berkat Dana Desa, Emak-emak di Pastap Punya Usaha Pembuatan Tahu dan Tempe

Kaum ibu ibu desa Pastab, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal saat memproduksi tahu dan tempe.

Mandailing Natal. StartNews- Di Desa Pastab, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, emak-emak setempat sudah punya penghasilan tambahan dari pembuatan tahu dan tempe.

Hasmar Lubis Reporter stArtNews saat berkunjung ke Desa itu mengabarkan usaha tambahan ini berawal dari adanya pelatihan pembuatan tempe dan tahu yang di buat oleh pihak desa yang dikhususkan pada kaum ibu-ibu desa Pastap.

Pada bulan september lewat pelatihan itu dibuat selama satu bulan penuh. Berawal dari itu kaum ibu di desa ini pun berinisiatif membuat usaha kelompok meski modal awal dibantu dari dana desa setempat.

Mahbuda Lubis, salah seorang warga desa mengaku, usaha pabrik tahu dan tempe kelompoknya menghasilkan Rp700.000 per bulan dengan kapasitas kerja dua kali dalam satu minggu yakni di hari Rabu dan Ahad.

“Mesin dan peralatan pembuatan tahu dan tempe masih inventarisasi desa. Kita kelompok kaum ibu dikasih kesempatan mengelola mesin pembuatan tahu tempe itu agar pelatihan yang dibuat desa tidak mubazir,” terangnya.

Alhasil sangat membantu kaum ibu di Desa Pastap ini. Setidaknya dapat menambah pemasukan dari hasil pembuatan tahu dan tempe itu.

Masalah pasar sendiri, kaum ibu-ibu tidak perlu repot menjual ke pasaran, justru pengepul langsung yang turun ke pengolahan yang mereka kelola.

Sementara Kepala Desa Pastap, Muhammad Raja Lubis, mengatakan pelatihan pembuatan tahu dan tempe desa Pastap memang hasil musyawarah desa. Anggaran sendiri diambil dari Dana Desa tahun 2019.

“Cukup antusias kaum ibu saat kita buat pelatihan pembuatan tahu dan tempe saat itu. Itu dibuktikan mereka dengan memproduksi tahu tempe milik kelompok kaum ibu desa,” papar Muhammad Raja Lubis.

Tahun 2020 ini kata Kades itu, untuk pembuatan tahu-tempe yang biasanya dua kali satu minggu kini akan dibuat setiap hari dan akan menjajakan tahu tempe hasil olahan kaum ibu-ibu desa ke pasar tradisional dan yang terpenting para emak-emak warga desa jangan cepat bosan,”imbuhnya.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

One comment

  1. Pastap do dabo pak, bukan pastab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi