GMPI Madina Dukung Penutupan PT SMGP

Foto: Ketua GMPI Madina Irwansyah Lubis

Panyabungan, StArtNews-Kebakaran yang terjadi di Welpad A PT SMGP pada Jumat (14/5) terus menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat. Setelah sebelumnya MPC Pemuda Pancasila Madina meminta Kementerian ESDM membekukan aktivitas perusahaan untuk sementara. Kini hal serupa datang dari Ketua GMPI Madina Irwansyah Lubis.

Irwansyah menilai PT SMGP yang terkesan amatiran itu bertanggung jawab penuh atas setiap insiden yang terjadi di ruang lingkup perusahaan dan meminta Kementerian ESDM untuk mengevaluasi izin operasional perusahaan milik KS ORKA itu.

“PT ini terkesan amatiran dan jauh dari profesional. Jadi sangat patut dan wajar kita pertanyakan kelayakan operasional PT ini,” katanya saat dihubungi StArtNews di Panyabungan, Sabtu (15/5) malam.

Sekretaris DPC PPP Madina ini menilai kajian amdal perusahaan layak dicurigai melihat banyaknya persoalan yang muncul meski sebenarnya bisa diantisipasi.

Mantan anggota DPRD Madina ini juga menyatakan sepakat dengan Ketua MPC PP Madina Akhmad Arjun Nasution yang meminta penutupan sementara aktivitas PT SMGP dan perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap manajemen dan cara kerja perusahaan.

Ia juga senada dengan Arjun terkait sikap Bupati yang hanya melihat persoalan dari satu sisi.

“Bapak Bupati tidak setuju dan terkesan keberatan dengan masukan dan desakan masyarakat untuk menutup sementara operasional PT ini. Seharusnya pemda juga harus membuat kajian yang lebih objektif sehingga dapat memberi masukan kepada kepala daerah untuk dapat lebih arif memandang permasalahan ini jangan hanya dari satu sisi saja,” ujarnya.

Irwansyah tidak menampik Madina butuh pengembangan listrik, lapangan kerja, penyuplai bahan dan sumber penghasilan masyarakat. Namun, disisi lain keselamatan dan kenyamanan hidup warga sekitar WKP juga harus menjadi pertimbangan penting.

“Apakah kepentingan pengembangan listrik, korporasi, pengusaha dan pekerja lebih prioritas dibanding nyawa masyarakat sekitar WKP?,” terangnya dengan nada bertanya.

Penutupan operasional PT ini, terang Irwansyah, salah satu jalan terbaik agar perusahaan punya ruang untuk memenuhi segala kewajibannya dan evaluasi. Terlebih insiden yang terjadi di PT SMGP sangat jarang terdengar di perusahaan panas bumi lain yang dikenal ramah lingkungan.

Ia melihat kejadian yang menewaskan 5 warga Sibanggor Julu pada 25 Januari lalu seharusnya cukup membuktikan betapa amatirnya perusahaan tersebut. Ia bahkan meminta pemerintah mencari pengembang baru alih-alih mempertahankan perusahaan yang abai dengan keselamatan kerja.

Reporter/Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi