Hirup Gas H2S, Syarifuddin Belum Sadarkan Diri

Panyabungan, StArtNews-Syarifuddin (43) warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal yang menjadi salah satu korban gas beracun H2S milik perusahaan panas buni PT SMGP belum sadarkan diri. Hingga Selasa (26/1) korban masih berada di ruang ICU RSUD Panyabungan dengan penanganan intensif oleh pihak dokter.

Dari keterangan keluarga, korban saat kejadian berada cukup dekat dengan lokasi terbukanya kran gas H2S milik perusahaan.

Kepala RSU Panyabungan drg. Bidasari pada StArtNews mengatakan, dari 24 pasien yang dirawat sejak Senin siang (25/1) sebagian sudah dipulangkan karena sudah sembuh. Bagi pasien yang hendak pulang, pihak rumah sakit juga memfasilitasi. Sementara untuk biaya pengobatan ditanggung oleh Pemda Madina.

Bidasari menjelsakan korba yang menghirup gas H2S tersebut merasakan mual, sesak, bahkan sakit kepala. Sementara dari 2 pasien yang dirawat di ICU, drg. Bidasari mengungkapkan kondisi salah satu pasien sangat mengkhawatirkan karena belum sadarkan diri.

“Dari dua orang pasien yang dirawat di ruang ICU hanya satu yang mengkhawatirkan karena belum sadarkan diri sejak kemarei, dan masih di tangani pihak dokter,” ungkapnya.

Pasca peristiwa bocornya gas H2S milik perusahaan panas bumi PT SMGP yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, 5 orang warga Desa Sibanggor Julu meninggal dunia, puluhan lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Kabarnya, para korban menghirup gas H2S dari kran yang dibuka pihak perusahaan. Pembukaan kran ini ditengarai tanpa ada pemberitahuan pihak perusahaan kepada warga.

Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi