Kadis Pendidikan Madina “Apa Salah Saya Terima Uang Terima Kasih dari Perusahaan”

Mandailing Natal, StArtNews-Terkait Dana BOS Afirmasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal, Kepala Dinas Pendidikan Jamilah, SH, membantah ada intervensi kepada pihak penerima dana Bos Afirmasi untuk mlakukan orderan barang elektronik pada salah satu perusahaan.

“Kita tidak ada mengintervensi pihak sekolah penerima dana Bos Afirmasi. Hanya saja kita jembatani pihak sekolah penerima bantuan ke perusahaan karena perusahaan meminta izin pada dinas dan kita menyarankan agar perusahaan mengadakan sosialisasi. Kalaupun nanti perusahaan memberikan uang tanda terima kasih pada kita ya, apa salah kita terima?” papar Jamilah, SH, pada StArtNews (23/01).

Meski demikian, Jamilah yang didampingi Sakti selaku Manager Dana Bos tetap mengaku tidak mengintervensi dan membantah adanya komitmen fee yang akan diterima oleh dinas dari perusahaan yang akan meng-handle pengadaan alat elektronik yang bersumber dari dana Bos Afirmasi itu.

“Nggak ada itu, gimana mau kayak gitu di zaman sekarang ini. Saya ini perempuan, saya takut dipenjara nanti. Lagian dua tahun lagi saya ini akan pensiun,” bantah Jamilah sembari menyebut bahwa pembelian barang kepada pihak ketiga menggunakan sistem e-Katalog, jadi tidak mungkin menerima fee.

Dijelaskannya, dana BOS Afirmasi sama seperti bantuan dana bos yang lainnya. Pencairan bantuannya langsung ke rekening sekolah masing-masing penerima bantuan. Bukan ke rekening Dinas Pendidikan.

Untuk wilayah Kabupaten Madina ada 105 sekolah yang mendapat bantuan BOS Afirmasi. Terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kalau untuk tingkat SMA dan SMK bukan kami lagi yang nangani udah ada UPT-nya tersendiri,” sebut Jamila menanggapi sekaligus menanyakan hal itu langsung kepada Sakti yang saat itu berada di ruangan Kadis Pendidikan yang juga diketahui sebagai mantan dari Manager BOS di Dinas Pendidikan tersebut.

Diketahui ,dana BOS Afirmasi yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke sekolah dasar dan menengah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) masih menjadi perbincangan khususnya di Kabupaten Mandailing Natal.

Pasalnya hingga sampai saat ini, penyaluran bantuan tersebut belum juga terealisasi sepenuhnya. Dinas Pendidikan mengaku keterlambatan realisasi karena masih ada sekolah penerima bantuan itu belum terkoneksi dengan kementerian terkait.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa ada dugaan kuat pihak Dinas Pendidikan telah mengatur siapa yang akan menjadi pihak ketiga sebagai perusahaan pengadaan alat-alat elekteonik tersebut.

Bukti Orderan yang diperoleh StArtNews dari salah satu sekolah penerima dana BOS Afirmasi tertera dialamatkan ke salah satu perusahaan yang diduga direkomendasi Dinas Pendidikan sebagai penyedia barang.

Dalam surat itu, pihak sekolah melakukan orderan berupa pembelian laptop, tablet dan perangkat komputer (PC), perangkat proyektor, perangkat jaringan nirkabel dan perangkat penyimpanan eksternal atau hardisk.

Setiap sekolah penerima mendapatkan jumlah anggaran yang berbeda. Besaran anggaran yang diterima tergantung dari jumlah siswa di sekolah yang jadi sasaran prioritas.

Dari Keterangan sakti selaku Manager Dana BOS Afirmasi, ada lebih 8 miliar rupiah dana tersebut ke Mandailing Natal.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

One comment

  1. Ibu itu kn SH, kok gk paham gratifikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi