menu Home chevron_right
Berita NasionalMusik & InformasiNews

Kenakan Sarung Saat Turun Pesawat, Presiden Jokowi Bikin Heboh “Netizen”

Ade | 9 Januari 2017

Presiden Joko Widodo lagi-lagi menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial, Minggu (8/1/2017).

Jika sebelumnya yang ramai dibicarakan adalah bomber jacket hingga payung biru, kali ini yang diributkan para netizen adalah soal sarung Jokowi.

Pemandangan unik tertangkap kamera saat Jokowi turun dari pesawat kepresidenan.

Jokowi terlihat mengenakan sarung berwarna coklat dengan atasan jas dan kemeja putih. Tak ketinggalan, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu juga menutupi kepalanya dengan peci dan kakinya dengan selop.

Foto tersebut kemudian mendapat tanggapan dari seniman @sudjiwotedjo dalam akun Twitter miliknya.

“Kang @ganjarpranowo nggak mbisikin, “Pak Jokowi, keknya cuma kurang topi koboi deh..” Heuheu.. Sarungnya oke banget,” tulis Sudjiwo Tedjo.

Cuitan jahil Sudjiwo ini pun mendapat beragam komentar dari pengguna Twitter lainnya. Setidaknya sudah ada 219 orang yang me-retweet foto Jokowi itu. Selain itu, sebanyak 191 orang menyukai foto itu.

“@sudjiwotedjo @ganjarpranowo bakal jadi trend neh sarung pak @Jokowi setelah payung dan jaket,” tulis @bemyguesta.

Foto lainnya yang resmi dikeluarkan Biro Pers Sekretariat Kepresidenan juga menunjukkan foto Jokowi yang sedang hormat sesaat sebelum menaiki pesawat.

Jokowi mengenakan sarung beserta peci di hadapan para perwira TNI yang berseragam lengkap.

Foto diambil pada Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 08.30. Saat itu, Jokowi hendak bertolak ke Semarang, Jawa Tengah, dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setibanya di Semarang, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanannya ke Kota Pekalongan untuk menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H bersama Habib M Lutfi bin Yahya di Gedung Kanzus Sholawat.

Penampilan Jokowi kali ini terbilang nyentrik lantaran biasanya seorang presiden naik atau turun dari pesawat kepresidenan menggunakan pakaian resmi, seperti setelan jas dan celana, kemeja, dasi, dan sepatu pantofel.

Sumber : kompas.com

Editor : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play