Lagi, AMPHL Unjuk Rasa Minta Tambang Ilegal Ditutup

amphl-unjuk-rasa

Panyabungan, (Start News) Untuk kedua kalinya, puluhan masyarakat  yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hutan dan Lingkungan  (AMPHL) Kabupaten Mandailing Natal, kembali melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Kehutanan dan Perkebunan,  Dinas Pertambangan dan Energi serta gedung  DPRD Kabupaten Mandailing Natal,  Selasa (13September 2016).

Para pengunjuk rasa ini mendesak  aparat penegak hukum untuk segera menutup dan menindak tegas oknum pelaku tambang emas ilegal yang beroperasi di Tor Sihayo dan Sambung Naga Juang Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal.

Koordinator lapangan, Syahrul Aripin Nasution dalam pernyataan sikapnya  menyampaikan saat ini dampak dari kegiatan tambang ilegal   sudah mulai dirasakan  warga, untuk itulah kami dari wadah AMPHL meminta kepada penegak hukum untuk segera menindak tegas  para pelaku dan panitia tambang yang ada di Naga Juang, demikian diungkapkan Syahrul.

Dikatakan Sahrul, dampak tambang ilegal tersebut  selain mengakibatkan longsor, banjir serta pencemaran lingkungan juga  mengakibatkan  kecelakaan  yang bisa berdampak pada kematian kepada masyarakat luas.

Untuk itu Syahrul, meminta kepada Dinas pertambangan dan Energi,  Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan DPRD Madina  agar menyikapi segala hal yang menyangkut kerusakan hutan yang terjadi dan meminta  segera menangkap  para pelaku.

Reporter: Holik Mandailing

Manager Program & Pemberitaan : Hendra Ray

Admin : Ade

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi