menu Home chevron_right
Berita Madina

Menjemput Kedamaian di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan

Redaksi | 23 Februari 2026

Jelajahi kemegahan Masjid Agung Nur Ala Nur di Panyabungan. Simak filosofi ‘Cahaya di atas Cahaya’ dan perannya sebagai ikon religi pemersatu di Lintas Sumatera.

Panyabungan, StartNews – Bagi setiap musafir yang melintasi jalur Jalan Lintas Sumatera, pemandangan di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), selalu menyajikan impresi yang mendalam. Di sana, berdiri tegak bangunan putih yang seolah memancarkan pendar suci di tengah rimbunnya hijau pegunungan Bukit Barisan.

Masjid Agung Nur Ala Nur bukan sekadar tumpukan beton dan marmer yang megah, melainkan detak jantung spiritual bagi Kabupaten Madina. Masjid ini menjadi bukti bagaimana filosofi ‘Negeri Beradat Taat Beribadah’ diterjemahkan ke dalam bentuk fisik yang memukau mata setiap orang yang memandangnya.

Lahir dari visi besar pada masa kepemimpinan Bupati Amru Daulay, masjid ini dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat sujud. Nama “Nur Ala Nur” yang dipetik dari Surah An-Nur bukan sekadar identitas, melainkan doa agar bangunan ini senantiasa menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat sekitar.

Hal ini senada dengan semangat pembangunannya yang ingin menyatukan kemajuan peradaban dengan akar tradisi. “Kita ingin menciptakan sebuah pusat peradaban di mana nilai-nilai Islam dan kearifan lokal Mandailing bisa bersentuhan secara harmonis dalam satu ruang yang agung,” kata tim perencana dalam catatan sejarah pembangunannya.

Secara visual, arsitektur Masjid Agung Nur Ala Nur mengusung gaya Neo-Vernakular yang kental dengan sentuhan Moorish ala Timur Tengah. Dominasi warna putih bersih pada eksteriornya memberikan kesan kesucian yang kontras dengan latar belakang alam tropis yang dramatis.

Salah satu keunikan yang sering mengundang decak kagum adalah sistem kubah besarnya yang tidak menggunakan pola warna-warni, melainkan panel komposit perak-keputihan. Material ini dirancang khusus untuk menangkap dan memantulkan cahaya matahari dengan lembut, sehingga menciptakan efek visual yang meneduhkan bagi siapapun yang berada di pelatarannya.

Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh ruang utama yang lapang tanpa keberadaan pilar tengah yang menghalangi pandangan. Inovasi struktur pillarless space ini memiliki makna filosofis yang dalam, yakni menjaga agar shaf salat tidak terputus, melambangkan persatuan umat yang kokoh.

Di langit-langit kubah, seni kaligrafi Arab yang detail mengelilingi lampu kristal raksasa, menciptakan atmosfer yang khusyuk saat malam hari tiba. Lantai marmer berkualitas tinggi yang dingin di bawah telapak kaki seolah mengajak setiap jamaah untuk sejenak melupakan kepenatan dunia di luar sana.

Uniknya, meski kental dengan nuansa internasional, Masjid Agung Nur Ala Nur tetap membumi dengan menyisipkan elemen lokal Mandailing melalui konsep lanskapnya. Area terbuka di sekeliling masjid mengadopsi semangat “Alaman Bolak” atau lapangan luas dalam tradisi lokal, yang berfungsi sebagai ruang komunal bagi warga.

Hal itu menjadikan masjid ini multifungsi. Mulai dari pelaksanaan manasik haji hingga menjadi pusat perayaan hari besar Islam yang mampu menampung ribuan orang sekaligus.

Kehadiran taman-taman di sekitarnya juga berfungsi sebagai area resapan air, menunjukkan bahwa keagungan arsitektur ini tetap peduli pada keberlanjutan lingkungan di kawasan perkantoran Payaloting.

Kini, Masjid Agung Nur Ala Nur telah bertransformasi menjadi mercusuar iman di Bumi Gordang Sambilan. Saat matahari terbenam dan sistem pencahayaan fasad mulai menyala, masjid ini benar-benar mewujudkan maknanya sebagai “Cahaya di atas Cahaya” yang menerangi kegelapan.

Masjid ini menjadi ruang dialektika yang mempertemukan manusia dengan Sang Pencipta, sekaligus menjadi rumah bagi para musafir yang mencari ketenangan di tengah panjangnya perjalanan Lintas Sumatera.

Keberadaan masjid ini membuktikan bahwa kemegahan sejati tidak hanya terletak pada tingginya menara, tetapi pada sejauh mana bangunan tersebut mampu memberi manfaat dan kebanggaan bagi jiwa-jiwa di sekitarnya.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play