menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

Monex Cabang Medan Peduli Korban Banjir Bandang Ulupungkut

Ade | 19 Oktober 2018

Ulu Pungkut.StArtNews- Terjadinya banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada jumat lewat di Desa Muara Saladi telah memakan korban nyawa  sebanyak 12 pelajar Madrasah, 17 rekan korban meninggal yang selamat masih trauma,  dan 250 orang harus menginap di pengungsian yang disiapkan oleh pihak Pemerintah setempat. Letak banjir bandang itu terletak di Kecamatan Ulu Pungkut.

Monex Cabang Medan peduli bencana pun langsung menurunkan tim nya terjun ke lokasi dengan membawa bantuan, meski harus melewati medan extrim dengan kondisi jalan yang penuh ancaman longsor dari perbukitan menuju pusat pengungsian warga korban banjir yakni di Kelurahan Ulupungkut, tidak menyurutkan niat Tim Monex untuk menyalurkan batuan tersebut langsung ke posko penerimaan bantuan korban banjir.

Tiba dilokasi, Bantuan langsung diserahkan perwakilan Monex Cabang Medan kepada  Lurah  Ulupungkut selaku perwakilan Pemerintah didampingi relawan Ucok Lubis.

Relawan Kecamatan Ulu Pungkut, Ucok Lubis mengatakan, ada 75 keluarga atau 250 orang yang selamat dari banjir bandang Desa Muara Saladi. dan hingga saat ini warga masih enggan untuk tinggal di Desa mereka karena kondisi desa sudah porak poranda.

“Untuk Monex terima kasih sudah mau memberikan sumbangan kepada pengungsi disini, dan bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik baiknya,” katanya, Jumat (19/10/2018).

Sejauh ini, papar Ucok Lubis, bantuan mengalir dari berbagai pihak, namun saat ini yang dibutuhkan warga bagai mana caranya agar warga kembali bisa menempati tempat tinggal mereka yang sudah porak poranda dihantam banjir bandang kala itu, selain itu, pasilitas umum seperti Sekolah juga menjadi salah satu yang dibutuhkan, sebab bangunan Sekolah SD Muara Saladi telah hancur dihantam banjir bandang itu.

Sementara itu Branch Manager Monex Cabang Medan, Calvin Jonatan mengatakan Monex Investindo Futures melalui Monex MAD yang merupakan Program Corporate Social Responsibility ikut serta peduli bencana Nasional dengan memberikan sumbangan kepada korban bencana Banjir di Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

“Pasca bencana, kami memberikan bantuan berupa logistik seperti makanan, obat-obatan, selimut dll, bagi korban dan semoga ini berguna bagi mereka,” ujarnya.

Direktur Utama PT Monex Investindo Futures, Ferhad Annas mengatakan, semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana dan pengungsi akan selalu sabar menghadapinya.

Redaksi StArtNews

 

 

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play