Negara Tak Boleh Lepas Tangan Soal Kesehatan Pesantren di New Normal

Foto: Ance Selian, Ketua DPW PKB Sumut.

StArtNews, Medan–Tokoh Santri Sumatera Utara (Sumut), Ance Selian mengatakan negara tidak boleh lepas tangan untuk memenuhi hak kesehatan Pesantren di New Normal.

“Jika ingin menangani pandemi Virus Covid-19 secara total dan tuntas, maka Pemerintah harus memberikan perhatian serius kepada aktivitas pendidikan pesantren menjelang diterapkannya kebijakan normal baru atau new normal”, katanya dalam dialog interaktif di Medan dan disebarluaskan AW Channel, Sabtu (27/06) sebagaimana dilansir dari KanalMedan.

Ance yang juga ketua DPW PKB Sumut ini menyatakan, jumlah lembaga pendidikan agama di Sumut yang identik dengan pesantren mencapai 1000 lebih.  Ada sekitar 240 yang tegas memakai nama pondok pesantren, selebihnya memakai nama madrasah dan dikelola ormas islam seperti Nahdlatul Ulama, Al Washliyah dan Muhammadiyah.

Dengan jumlah lembaga pendidikan yang banyak tersebut, mengharuskan adanya kehadiran pemerintah. Sebab semua pihak sangat tidak ingin pesantren menjadi cluster baru Covid-19.

Ance menyatakan, sebagian besar kondisi sarana dan prasarana pesantren di Sumut belum memenuhi standar kesehatan terlebih protokol Covid-19. Malah, dalam kondisi normal saja, fasilitas pesantren sudah tak normal.

Umumnya santri pesantren di Sumut tinggal di asrama dengan ruangan sempit, hingga tak mungkin menerapkan physical distancing dan social distancing atau pembatasan sosial.

Dalam konteks memasuki new normal di lembaga pesantren, banyak hal yang mesti ditangani segera oleh pemerintah. Antara lain membangun Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) dengan menyediakan tenaga dan alat medis.

Demikian juga penyiapan fasalitas MCK standar protokol Covid -19, westafel portabel dan penyemprotan disinfektan di seluruh areal pesantren.

Bahkan agar lebih lengkap, pemerintah juga sebaiknya menyediakan APD, alat rapid test, hand sanitizer, dan masker. Demikian juga penambahan lokal dan ruang asrama, ruang karantina, isolasi mandiri dan ruang kelas.

Dengan adanya ketentuan jaga jarak aman, tentu saja penyediaan sarana dan prasarana belajar di pesantren yang sesuai standar new normal, juga harus disiapkan oleh pemerintah.

Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi