Parit Tersumbat di Pasar Kotanopan Keluarkan Bau Tak Sedap

Kotanopan, StArtNews-Warga Kelurahan Pasar Kotanopan, Kabupaten Mandaiing Natal mengeluhkan kondisi parit jalan Sibaitang (jalan lingkar bawah) Kotanopan, tepatnya di belakang Pasar Kotanopan yang tersumbat. Kondisi ini menyebabkan air meluber ke jalan dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Belum lagi kalau hujan turun, badan jalan dan halaman warga menjadi langganan banjir. Sebaliknya, begitu air surut, sampah menjadi berserakan di jalan dan di depan rumah warga. Kondisi ini sudah berlangsung setahun terakhir. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melakukan pengerukan dan penggantian gorong-gorong agar parit tidak tersumbat lagi.

Pantauan StArtNews, Rabu (19/5), parit jalan yang tersumbat ini mencapai 100 meter lebih. Bahkan hampir 50 meter lebih, parit sudah dipenuhi dengan pasir dan sampah sampai rata dengan badan jalan. Penyebab tersumbatnya parit ini, selain banyaknya sampah yang di duga dari Pasar Kotanopan juga akibat gorong-gorong yang ada terlalu kecil. Akibatnya air parit meluber ke jalan dan menyebabkan sebagaian badan jalan menjadi rusak.

Ketua RT 05-06 Kelurahan Pasar Kotanopan, Parlindungan Lubis yang dihubungi StArtnews membenarkan parit jalan tersebut tersumbat, bahkan sebagaian parit sudah rata dengan badan jalan. Akibatnya kalau musim penghujan, air masuk ke badan jalan dan sebaliknya kalau lagi musim kemarau air tergenang di parit dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Ditambahkannya, tersumbatnya parit ini cukup merasahkan warga. Warga sudah sering menyampaian keluhan ini kepada dirinya. Warga berharap Pemkab Madina segera melakukan pengorekan karena parit jalan saat ini sudah dipenuhi tanah dan sampah. Warga juga berharap, gorong-gorong yang ada selama ini diganti karena dinilai terlalu kecil.

Tersumbatnya parit ini juga menyebabkan rawan kecelakaan. Pengguna jalan terkadang tidak bisa membedakan mana badan jalan dan mana parit ketika ada genangan air. Apalagi posisi parit berada di pinggir jalan belakang Pasar Kotanopan yang juga menjadi permukiman warga. Setiap hari, warga yang tinggal dan yang lewat di jalan ini selalu mencium bau tidak sedap yang berasal dari parit yang tersumbat ini.

Menurut informasi warga, keluhan ini juga sudah sering disampaikan kepada pengelola Pasar Kotanopan. Namun menurut warga, pihak pasar mengatakan kalau masalah parit tersumbat ini bukan wewenang Dinas Pasar, tapi wewenang Dinas PU Madina.

Reporter: Lokot Husda

Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi