Pemerintah Madina Jenguk Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala di RSU Panyabungan

Panyabungan, StArtNews-Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Sosial menjenguk bayi malang yang lahir tanpa batok kepala di Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan,Kamis (4/3).

Bayi yang belum diberi nama (2 hari) itu saat ini dirawat intensif di ruang perawatan khusus di ruangan Perinatologi RSUD Panyabungan.

Selain untuk menjenguk sang bayi, Dinas Sosial juga meberikan tali asih kepada kedua orang tua bayi penderita Anencaphaly tersebut. Pemkab Madina juga berjanji akan menaggulangi biaya pengobatan bayi malang iti selama dirawat di RSUD Panyabungan.

“Saya ke sini dengan mewakili Pemerintah Mandailing Natal, melihat langsung bayi dari ibu Adelina suriyani yang tidak memiliki tempurung kepala, jadi terkait biaya pengobatan akan ditanggung 100% pemerintah kabupaten Mandailing Natal selama perawatan bayi mungil itu,” kata Kadis Sosial Madina, Taupik Lubis

Ia berharap bayi tersebut bisa ditangani secara maksiml. Meski persentase bertahan hidup cukup kecil, ia menekankan agar pihak rumah sakit berjuang sekuat tenaga.

“Kata dokternya tadi memang kemungkinan kecil untuk dapat hidup lama. Tapi kita harus tetap berdoa sama Yang Kuasa dan berikhtiar semaksimal mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSU Panyabungan dr. Rusli mengatakan, setelah satu hari dirawat di rumah sakit, kondisi sang bayi sejak sekira pukul 09.00 WIB tadi, mulai menurun.

“Artinya untuk melakukan pernapasan yang baik pada bayi, sudah membutuhkan rangsangan atau dorongan pernapasan untuk bayi, namun kondisi bayi sejak (Rabu/3/3 -red) lahiran sampai pukul 7.30 tadi pagi masih stabil dan pernapasannya pun masih spontan,” jelas dr. Rusli.

dr.Rusli menyebutkan, tidak tetutup kemungkinan bayi malang itu akan dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas alat mesdis lengkap, setelah kondisinya sudah stabil.

“Unuk kemungkinan dirijuk dengan situasi seperti ini (pada bayi-red) kita akan dulu stabilkan kondisinya baru kita evalusasi dan berkoodinasi dengan ruma sakit rujukan tujuan kita, supaya nanti tidak ada kendala,” kata dr. Rusli.

Sementara ayah dari bayi tersebut, Majir, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Madina dan doa masyakat yang sudah meringankan beban yang dihadapinya.

“Bagaiman pun itu juga, anak saya itu adalah titipa Allah SWT yang diberikan kepada saya, terima kasih semuanya atas doa dan dorongannya,” kata Majir sembari meneteskan air mata.

Informasi yang dihimpun, bayi malang tanpa tempurung yang berumur dua hari satu malam tersebut meninggal dunia.

Bayi tanpa batok kepala menghembuskan napasnya pada sekitar pukul 13.15 WIB di rumah sakit umum Panyabungan. Tangis histeris keluara pun pecah dan rencananya siang ini akan dimakamkan di kampung halamannya, di Desa Hadangkahan, Kecamatan Batanga Natal.

Reporter: Hasmar Lubis
Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi