Rosihan Anwar
Rosihan Anwar (1922-2011) merupakan wartawan senior, juga sejarawan dan sastrawan yang produktif. Ia telah menulis puluhan buku dan ratusan tulisan di berbagai media utama di Indonesia dan di beberapa penerbitan asing. Bahkan menjelang akhir hayatnya Ia masih menyiapkan memoar kehidupan cintanya dengan sang istri yang lebih dulu meninggal dunia, dengan judul yang sudah disiapkan Belahan Jiwa, Memoar Rosihan Anwar dengan Siti Zuraida.Di masa perjuangan, Rosihan pernah disekap oleh penjajah Belanda di Bukitduri, Jakarta Selatan. Kemudian di masa Presiden Soekarno koran miliknya, Pedoman pada 1961 ditutup oleh rezim saat itu. Namun di masa peralihan pemerintah Orde Baru, Rosihan mendapat anugerah sebagai wartawan sejak sebelum Revolusi Indonesia dengan mendapatkan anugerah Bintang Mahaputra III, bersama tokoh pers Jakob Oetama. Sayangnya, kurang dari setahun setelah itu, pemerintah pun menutup lagi Pedoman pada tahun 1974.
hingga tulisan yang menyangkut kisah perjalanan serta kisah hidup orang-orang yang pernah dikenal atau dikaguminya.: India dari Dekat (1954); Dapat Panggilan Nabi Ibrahim (1959); Islam dan Anda (1962); novel Raja Kecil (1967); Ihwal Jurnalistik (1974); Kisah-kisah Zaman Revolusi (1975); Profil Wartawan Indonesia (1977); Kisah-kisah Jakarta Setelah Proklamasi (1977); Jakarta Menjelang Clash ke-I (1978); Sukarno, Tentara, PKI : Segitiga Kekuasaan sebelum Prahara Politik 1961-1965 (1981), Menulis Dalam Air, Sebuah Autobiografi (1983); Musim Berganti (1985); Perkisahan Nusa (1986); Singa dan Banteng: Sejarah Hubungan Belanda-Indonesia 1945-1950 (1997), Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia (2004), dan masih banyak lagi.
S. Tasrif, S.H menjuluki Rosihan Anwar sebagai “A footnote of history†(sebuah catatan kaki dalam sejarah). Dimasa tuanya, setiap pagi Rosihan berjalan 40 menit. Ia juga tidak bisa melepaskan kebiasaannya menghisap cerutu bermerek Schimmel Penning, “Saya isap lima batang satu hari,†katanya. “Pagi, siang, waktu minum teh di sore hari, malam dan ketika menjelang tidur,†Ia menikah dengan Siti Zuraidah Binti Moh. Sanawi dan dikaruniai tiga orang anak.

Comments
This post currently has no comments.