Sembunyikan di Jam Dinding, Bisnis Vape Narkoba Sejoli Medan Digulung Polisi
Medan, StartNews – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 295 unit liquid vape mengandung narkoba jaringan Malaysia-Indonesia usai menangkap tiga tersangka, termasuk sepasang kekasih, di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026).
Aksi kejahatan ini terbongkar lewat modus siasat unik para pelaku yang mengelabuhi petugas dengan menyembunyikan barang haram tersebut di dalam kotak sabun hingga rongga jam dinding.
Pengungkapan kasus bermula dari penangkapan seorang pengedar berinisial SAB (21) di sebuah apartemen kawasan Jalan Listrik, Medan, Rabu (16/9/2026). Dari tangan pemuda asal Aceh itu, polisi menyita lima unit vape narkoba merek Yakuza dan Batman yang diselipkan ke dalam kotak sabun demi menyamarkan transaksi.
Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil melacak keberadaan pemasok barang haram tersebut ke sebuah rumah kos di Jalan Kasuari, Medan. Di lokasi inilah polisi meringkus sepasang kekasih berinisial MAR (25) dan PAS (27).
Meski sejoli itu sempat membantah menyimpan narkoba, kejelian tim di lapangan membuahkan hasil. Polisi menemukan lima bungkus vape narkoba yang disembunyikan di dalam bodi jam dinding yang terpasang di atas lemari.
“Saat MAR dan PAS kami tangkap, keduanya sempat berkilah. Namun, berkat kejelian tim, kami berhasil temukan barang bukti narkoba tambahan yang disimpan di dalam bodi jam dinding,” kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Rabu (23/9/2026).
Penyelidikan tak berhenti di sana. Polisi menggeledah lokasi lain di Jalan Setia Budi Medan yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan di rumah keluarga MAR. Dari dalam lemari kamar tidur, polisi kembali menemukan 285 bungkus vape narkoba.
“Setelah kami menangkap MAR dan PAS, kami kemudian lakukan penelusuran. Kami temukan 285 pod getar tambahan yang disimpan di sebuah rumah di kawasan Setia Budi Medan, sehingga total pod getar yang kami sita dari tiga pelaku sebanyak 295 pcs,” kata Rafli.
Hasil pemeriksaan mengungkap ketiga pelaku awalnya sebatas pemakai sebelum akhirnya nekat beralih menjadi pengedar dalam dua bulan terakhir. MAR memegang peran sebagai pengendali lokal yang terhubung langsung dengan penyedia barang di luar negeri.
“Ketiga pelaku merupakan jaringan narkoba Malaysia-Indonesia. MAR yang merupakan bos dari kedua pelaku termasuk kekasihnya, yang berhubungan langsung dengan pengendali di Malaysia melalui aplikasi khusus. Pengendalinya ini yang kini sedang kami kejar,” kata Rafli.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.