Swab Tak Capai Target, Kapus Longat: Masyarakat Takut

Foto: Kepala Puskesmas Longat, Milvariani Siregar ketika dikonfirmasi StArtNews di ruang kerjanya, Puskesmas Longat, Panyabungan Barat, Kamis (5/11).

Panyabungan Barat, StArtNews-Satgas Penanganan Covid-19 Mandailing Natal (Madina) dalam 2 pekan terakhir melakukan swab test massal di tingkat kabupaten dan kecamatan. Hal ini dilakukan sebagai langkah tracing dan minimalisir penyebaran Covid-19 Madia. Namun, dari pengakuan Kapolres Madina, AKBP Horastua Silalahi terget swab tak terpenuhi karena adanya libur panjang pada minggu lalu.

Ketidaktercapaian target swab itu juga terjadi di Kecamatan Panyabungan Barat yang terdiri dari 9 desa dan 1 keluarahan. Kabar yang beredar masyarakat takut melakukan swab. Bahkan di beberapa desa ketika didatangi oleh pihak puskesmas, tidak ada masyarakat yang bisa ditemui dan hampir seluruh rumah dalam keadaan tertutup.

Kepala Puskesmas Longat, Milvariani Siregar ketika dikonfirmasi StArtNews di ruang kerjanya, Puskesmas Longat, Panyabungan Barat, Kamis (5/11) membenarkan hal tersebut. Milva menyampaikan swab test massal di Panyabungan Barat tidak mencapai target karena masyarakat takut dan ada isu-isu yang berkembang di masyarakat yang menyebabkan masyarakat tidak percaya dengan swab.

Sementara itu, kata Kapus, pasien yang berkunjung atau datang berobat ke Puskesmas dilakukan swab terlebih dahulu. Namun, hal ini justru menyebabkan masyarakat atau pasien enggan untuk berobat ke Puskesmas Longat.

Milvariani juga menyesalkan pemerintahan kecamatan dan desa yang tidak memberikan dukungan yang maksimal. Ia mengungkapkan dari 9 desa yang ada hanya 2 kepala desa yang mau bekerja sama dan mengikuti swab test, kedua kepala desa itu yakni Kepala Desa Sirambas dan Sabajior. Bahkan ada beberapa kepala desa yang memprovokasi masyarakat untuk menolak swab test massal ini.

Dengan adanya perpanjangan masa swab, Kapus berharap target swab tercapai dan masyarakat mengerti serta percaya bahwa swab ini tidak membahayakan dan menakutkan.

Dari pantauan di puskesmas, sampai menjelang siang takada pasien yang datang berobat. Padahal di hari-hari sebelumnya masyarakat sudah antre sejak pagi hari.

“Dalam beberapa hari ini masyarakat enggan datang berobat. Bahkan kemarin tak ada satu pun pasien yang datang ke sini,” kata salah seorang tenaga kesehatan yang enggan namanya disebutkan.

Untuk diketahui, berdasarkan Peta Perkembangan Penanganan Covid-19 Madina saat ini tidak ada pasien positif di Panyabungan Barat. Namun, terdapat 1 pasien proable dan beberapa minggu sebelumnya belasan orang dinyatakan pasien kontak erat.

Secara keseluruhan di Madina terdapat 45 pasien positif, 182 kontak erat, 2 suspek dan 1 proable. Untuk menekan persebaran dan sebagai upaya tracing, Satgas Covid Madina tetap melakukan swab massal sampai tanggal 11 November 2020.

Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi