menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

Warga Mandailing Julu Harapkan Listrik Jangan Padam di Bulan Ramadhan

Ade | 24 Mei 2017

Warga Mandailing Julu harapkan agar listrik tidak padam saat bulan Ramadhan.

Kotanopan.StArtNews-  Warga Mandailing Julu,  mulai dari Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Tambangan, Kotanopan, Ulu Pungkut, Muara Sipongi dan Pakantan mengharapkan agar listrik jangan padam saat bulan Ramadhan nanti

Harapan itu disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Kotanopan, Fendi Ahmed Lubis kepada StArt News, Rabu ( 24/5) di Kotanopan.

“Kita minta listrik jangan mati saat bulan Ramadhan. Apalagi malam hari, sebab bisa menganggu kenyamanan ummat Islam dalam beribadah. Kita harapkan pihak PLN bisa mengkondisikan ini”, ujarnya.

Dikatakannya, selama ini daerah Mandailng Julu, utamanya daerah Kotanopan  memang terkenal langganan padamnya Listrik. Bahkan seminggu terakhir di daerah ini padamnya  listrik mencapai 12-15 Jam. Parahnya lagi, kalau malam hari listrik di daerah ini ibarat lampu disco, sebentar mati sebentar hidup. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu kenyamanan warga.

Hal yang sama juga dikatakan Syafruddin Lubis, tokoh masyarakat Ulu Pungkut. ” Kita minta kepada PLN agar listrik jangan mati saat bulan Ramadhan. Jangan sempat ibadah umat Islam terganggu saat bulan suci ini, utamanya saat berbuka puasa, tarawih dan Zahur. Pihak PLN harus bisa meminimalkan pemadaman di wilayah ini,” ujarnya.

Manajer PLN Ranting Kotanopan, Martua Nasution yang dihubungi mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk  meminimalkan padamnya listrik di wilayah ini. Pihak PLN memang tidak ada melakukan pemadaman, tapi terkadang mengingat bayaknya gangguan alam, berupa pohon tumbang, longsor dan banjir, padamnya listrik tidak bisa dihindarkan.

Dikatakannya, terkait seringnya mati lampu pada malam hari memang tidak lain disebabkan gangguan alam. Saat ini Tim kita sedang turun ke lapangan untuk melakukan pemotongan terhadap pohon-pohon yang diperkirakan dapat mengganggu aliran listrik.  Setiap terjadi gangguan alam, Tim kita juga langsung turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan.

Sedangkan pemadaman yang terjadi pada siang hari dalam seminggu terakhir itu berasal dari Padang Sidempuan. ” PLN Sidempuan sedang melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan untuk mengantisipasi listrik jangan mati saat bulan Ramadhan” ucap Martua.

Reporter : Lokot Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play