menu Home chevron_right
Berita Sumut

8.200 Rumah Subsidi bagi MBR sudah Terealisasi di Sumut

Redaksi | 13 Oktober 2025

Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyebutkan 8.200 rumah subsidi layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah terealisasi di wilayah Sumut.

“Dari total kuota 20 ribu unit, saat ini sudah terealisasi sekitar 8.200 unit. Masih ada sekitar 11 ribu unit yang harus kita kejar,” kata Bobby di Medan, dilansir antaranews.com, Ahad (12/10/2025).

Bobby mengatakan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait telah menyetujui penambahan kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Sumut dari 15.000 menjadi 20.000 unit tahun ini.

Dia meminta pihak terkait seperti asosiasi pengembang perumahan, PT Bank Sumut, dan lainnya merealisasikan Program 3 Juta Rumah bagian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Data Kementerian PKP hingga Selasa (7/10/2025) mencatat 240.265 rumah subsidi KPR program FLPP bagi MBR sudah dibangun secara nasional. Di antaranya 196.400 unit sudah terdistribusi, seperti Jawa Barat 22,88 persen, Jawa Tengah 8,51 persen, Sulawesi Selatan 8,13 persen, dan Sumatera Utara peringkat delapan dengan 3,97 persen.

“Seluruh pihak harus berkolaborasi penuh. Kami ingin memastikan program ini menjadi prioritas, dan benar-benar mempermudah masyarakat memiliki rumah,” katanya.

Dia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Sumut segera melakukan sosialisasi program nasional perumahan subsidi ke pemerintah kabupaten/kota se-Sumut.

Selain itu, pihaknya mendorong seluruh kepala daerah di Sumatera Utara memastikan sejumlah insentif dan kemudahan perizinan harus benar-benar diterapkan.

“Saya minta nanti dinas terkait mengundang pemerintah kabupaten/kota untuk sosialisasi program Presiden. Jadi kita bisa sampaikan langsung ke bupati dan wali kota agar program ini berjalan hingga tingkat desa,” katanya.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumut M Yulius mengapresiasi kepedulian Pemprov Sumut yang secara langsung melibatkan pengembang dalam pencapaian target nasional itu.

Pihaknya mengaku dengan optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta, maka target pembangunan rumah subsidi di wilayah Sumut bisa tercapai tahun ini.

Reproter: Ant/Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play