Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menekankan pentingnya zakat produktif dan pemberdayaan ekonomi untuk memulihkan kesejahteraan masyarakat pasca-bencana.
Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya penguatan zakat produktif sebagai instrumen utama untuk mengubah status penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki) di wilayahnya.
Gus Irawan menyampaikan hal itu dalam acara buka puasa bersama jajaran OPD, pimpinan perusahaan, dan instansi vertikal di Masjid Syahrun Nur, Sipirok, Senin (16/03/2026), sebagai momentum kebangkitan ekonomi pasca-bencana besar yang melanda daerah tersebut tahun lalu.
Gus Irawan menjelaskan, meskipun pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan sempat melambat akibat bencana pada 25 November 2025, sinergi melalui lembaga seperti BAZNAS menjadi kunci pemulihan yang cepat. Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi sempat merosot ke angka 2,39 persen pada triwulan keempat tahun 2025. Namun, dukungan bantuan sosial dan pembangunan hunian tetap (huntap) berhasil mengeluarkan seluruh korban bencana dari pos pengungsian.
“Kita ingin para mustahik kedepan bisa menjadi muzakki. Inilah semangat pemberdayaan yang harus terus kita dorong melalui pemanfaatan lahan produktif dan program perikanan,” ujar Gus Irawan.
Lebih lanjut, Gus Irawan mengapresiasi kontribusi BAZNAS yang telah membangun 120 unit hunian tetap di kawasan Aek Latong, serta bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi yang mempercepat proses relokasi warga.
Dia mengatakan zakat merupakan solusi konkret dalam mengatasi ketimpangan sosial agar tidak ada masyarakat yang hidup kekurangan di tengah kelimpahan pihak lain.
“Potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa. Ini salah satu instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan. Tidak boleh ada yang hidup berlebihan, sementara di sekitarnya masih ada masyarakat yang kekurangan,” tegasnya.
Senada dengan visi tersebut, Wakil Ketua BAZNAS Tapanuli Selatan Ustadz Asef Syafa’at Siregar melaporkan, selama lima bulan terakhir pihaknya telah menyalurkan zakat produktif senilai Rp286 juta kepada 71 mustahik di 15 kecamatan. Selain itu, alokasi bantuan bencana alam yang disalurkan mencapai lebih dari Rp582 juta untuk memastikan warga terdampak dapat kembali beraktivitas secara mandiri.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan tausiyah Ustadz Ahmad Siregar yang mengajak seluruh pejabat dan pimpinan instansi memaksimalkan ibadah serta kepedulian sosial pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, jajaran Forkopimda, serta pimpinan perguruan tinggi yang berkomitmen memperkuat falsafah Dalihan Natolu dalam membangun kembali Tapanuli Selatan.
Reporter: Lily Lubis

Comments
This post currently has no comments.