menu Home chevron_right
Berita MadinaSikap Redaksi

Kades Sopobatu Digoyang Warganya, Macam Mana Pula Ini, Bah!

Redaksi | 11 Mei 2026

WOI…! Ngeri-ngeri sedap kali awak nengok kejadian di kantor Bupati Madina hari Senin (11/5/2026) ini. Siang-siang bolong, pas lagi panas-panasnya matahari, bukannya istirahat minum es kelapa, warga Desa Sopobatu malah ramai-ramai ‘piknik’ ke kantor Bupati. Tapi bukan mau jalan-jalan, ya. Mereka datang bawa emosi yang udah di ubun-ubun!

Halaman kantor bupati yang biasanya tenang, mendadak berubah jadi arena gulat. Macam film laga kita nengoknya. Warga versus petugas keamanan saling dorong, tarik-menarik, pokoknya udah nggak ada obatlah ricuhnya.

Paling juara itu emak-emak kita, bah! Pekikan takbir sama teriakan histeris mereka lebih kencang dari suara knalpot racing. Kalau emak-emak udah turun tangan sambil bentang poster warna-warni gitu, berarti dunia memang lagi tidak baik-baik saja.

Inti masalahnya apa? Biasalah, penyakit lama. Warga udah ‘enek’ nengok kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Sopobatu. Mereka bilang, “Mosi tidak percaya!” alias udah nggak level lagi dipimpin si Bapak Kades itu. Katanya ada bau-bau nggak sedap soal wewenang yang diputar-putar. Namanya juga rakyat, kalau udah merasa dirugikan, ya kantor Bupati-lah jadi sasaran tumpah curhat yang berapi-api.

Trus, muncullah Asisten I, Pak Sahnan Pasaribu. Keluar beliau buat mendinginkan suasana yang udah macam kompor meleduk itu. Beliau bilang mau dialog lah, mau nampung aspirasi lah. Ya, kita hargailah niat baiknya. Tapi warga kan bukan butuh ‘nanti’ atau ‘akan’, mereka butuhnya ‘sekarang!’. “Copot Kadesnya sekarang juga!” gitu teriak koordinator aksinya. Tegas kali, kan?

Lucunya, setiap ada demo begini, kita macam nonton drama yang episodenya itu-itu aja. Rakyat menjerit, pejabat minta sabar, petugas keamanan jadi ‘pagar betis’ yang kena dorong sana-sini. Padahal, kalau dari awal kepemimpinan di desa itu lurus-lurus aja, nggak bakal lah warga itu rela panas-panasan sampai mau dobrak pintu kantor Bupati. Kerjaan di kebun pun ditinggal demi minta keadilan.

Sekarang bola panasnya ada di tangan Pemkab Madina. Jangan sampai rakyat datang lagi dengan massa yang lebih banyak. Kalau warga udah ngancam mau bertahan, itu tandanya mereka nggak main-main.

Pesan buat para pemimpin di sini. Betol-betol sikitlah urus rakyat itu. Jangan sampai rakyat makin pening, ujung-ujungnya kantor Bupati lagi yang jadi sasaran ‘olahraga’ saling dorong. Kita tunggu sajalah, apakah tuntutan warga Sopobatu ini bakal dikabulkan? Atau cuma masuk laci meja kantor yang ber-AC itu?

Jangan lama-lama kali ya, Pak. Nanti makin panas Madina dibuatnya, bukan karena cuaca, tapi karena hati rakyat yang lagi membara! (*)

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play