Dr. Mara Samin Lubis Dilantik Jadi Ketua STAIN Madina
Menag Nasaruddin Umar melantik Dr. Mara Samin Lubis sebagai Ketua STAIN Madina. Dalam arahannya, Menag meminta pimpinan PTKN menjadi representasi Menteri Agama di lingkungan kampus dan fokus pada peningkatan status institusi.
Jakarta, StartNews – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Dr. Mara Samin Lubis sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Mara Samin menjadi bagian dari tujuh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang baru diambil sumpahnya untuk memimpin institusi masing-masing dengan tanggung jawab penuh.
Dalam amanatnya, Menag Nasaruddin Umar menekankan agar para pimpinan yang baru dilantik mampu menjaga integritas dan tidak terintervensi oleh pihak mana pun. Dia menginstruksikan para rektor dan ketua sekolah tinggi untuk bertindak sebagai wajah kementerian di wilayah kerja mereka.
“Pahami fungsi anda sebagai penanggung jawab totalitas institusi. Miliki diri anda sendiri, jangan dimiliki oleh siapa pun atau kepentingan apapun. Anda harus merepresentasikan diri sebagai quote unquote Menteri Agama di lingkungan kerja Anda,” tegas Nasaruddin Umar.
Selain masalah kepemimpinan, Menag juga mengingatkan penguasaan aturan perundang-undangan, terutama yang berkaitan dengan tata kelola keuangan. Dia menegaskan setiap pemimpin wajib mempelajari regulasi untuk menghindari pelanggaran administratif maupun hukum.
Menag tidak memberikan ruang bagi alasan ketidaktahuan prosedur jika terjadi kesalahan di kemudian hari.
“Pelajari peraturan tentang keuangan. Ini sangat penting. Jangan sampai terjadi pelanggaran karena ketidaktahuan prosedur. Tidak boleh ada alasan ‘saya tidak tahu’,” ujar Menag.
Terkait pengembangan institusi, Nasaruddin Umar menaruh harapan besar agar Dr. Mara Samin Lubis segera melakukan langkah untuk meningkatkan status STAIN Madina. Dia mendorong percepatan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut, serta memastikan akreditasi program studi terus meningkat agar citra pendidikan tinggi keagamaan semakin baik di mata masyarakat.
“Saya berharap pimpinan baru segera mencari cara memenuhi persyaratan agar yang masih sekolah tinggi meningkat menjadi institut, dan yang sudah institut segera berproses menjadi universitas. Jangan sampai di bawah kepemimpinan anda, grade-nya justru menurun,” katanya.
Pelantikan ini juga dilakukan bersamaan dengan pengangkatan Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung Janawi, Rektor IAIN Bone Lukman Arake, Rektor IAIN Curup Idi Warsah, Rektor IAIN Pare-pare Darmawati, Rektor IAKN Ambon Elka Anakotta, dan Rektor IAKN Tarutung Haposan Silalahi.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.