Amerika Bakal Lanjutkan Investigasi Tenaga Kerja Paksa di Xinjiang Cina

Foto: Ilustrasi Pekerja Cina

StArtNews,Washington – Lembaga Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat atau CBP bakal melanjutkan investigasi terkait indikasi penggunaan tenaga kerja paksa di Provinsi Xinjiang, Cina, dalam industri kapas dan tomat.

Komisioner CBP, Brenda Smith, mengatakan larangan impor secara efektif bakal dikenakan kepada seluruh rantai pasokan terkait produk kapas dan tomat.

seperti dilansir dari Reuters pada Selasa, 8 September 2020 Smith mengatakan “Kami punya alasan meski belum menjadi bukti kuat bahwa ada risiko penggunaan tenaga kerja paksa dalam rantai pasokan terkait produk tekstil kapas dan tomat yang diproduksi dari Provinsi Xinjiang,”

Smith juga mengatakan,”Kami akan terus melanjutkan kerja investigasi kami untuk mengisi celah-celah itu.”

Ini terkait rencana pemerintah AS untuk mengumumkan larangan impor produk kapas dan tomat serta turunannya, yang berasal dari Provinsi Xinjiang, Cina.

Hukum yang berlaku di AS mewajibkan semua lembaga untuk menahan pengiriman barang ketika ada dugaan barang itu diproduksi dengan menggunakan tenaga kerja paksa.

Larangan impor ini bakal berdampak luas kepada pengusaha ritel AS dan produsen pakaian serta produsen makanan.

Cina memproduksi sekitar 20 persen kapas dunia dan mayoritas datang dari Xinjiang. Namun, Cina juga termasuk salah satu importir kapas termasuk dari AS.

Sumber: Tempo.co

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi