Dua Kali Demo Polisi, PMII Minta Tanggapan Kapolres Madina Terkait Tambang

Panyabungan, StArtNews-Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Kamis (07/1) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Madina terkait persoalan tambang ilegal yang beroperasi di Madina, khususnya wilayah Pantai Barat.

Dengan jumlah ratusan orang, PMII melakukan unjuk rasa setelah melaksanakan salat fardhu Zuhur berjamaah terlebih dahulu di Masjid Polres Madina. Sebelum aksi, massa diharuskan untuk mengikuti rapid test serta memakai masker.

Dalam orasinya, Muhammad Amarullah selaku koordinator aksi manyampaikan bahwa PMII kembali melakukan aksi untuk kedua kalinya karena tidak adanya respon dari pihak kepolisian dalam aksi sebelumnya yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.

“Sesuai janji kami untuk datang lagi, mengingat aksi kami yang sebelumnya yang tidak mendapatkan tanggapan dari Polres Madina. Di sini kami datang dengan tuntutan yang sama yaitu terkait tambang ilegal di wilayah pantai barat tepatnya Kecamatan Muara Batang Gadis,” ujar Amarullah.

Dalam aksi tersebut, PMII juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian perihal penegakan hukum yang dinilai sangat lambat untuk masalah tambang ilegal tersebut. Hal itu disampaikan Sekretaris PMII Madina.

“Kami kecewa dengan lambatnya proses penegakan hukum oleh pihak kepolisian. Bahkan kami menilai sama sekali tidak ada kinerja dan tidak ada ketegasan dalam persoalan tambang ilegal ini,” ujarnya.

Menanggapi aksi tersebut, Wakapolres Madina Komisaris Polisi (Kompol) Agus Maryana yang hadir mewakili Kapolres Madina Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Horas Tua Silalahi menyampaikan bahwa Kapolres Madina sedang tidak ada di tempat dan berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada Kapolres.

“Terima kasih kepada rekan mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasinya dengan aksi damai. Kebetulan bapak Kapolres Madina sedang dalam tugas penting sehingga tidak bisa hadir dan menerima rekan sekalian. Saya selaku Wakapolres Madina menerima kedatangan rekan rekan dan akan menyampaikan aspirasi ini kepada bapak Kapolres. Mengingat beliau adalah pimpinan tertinggi di Polres Madina,” sahut Agus.

Menanggapi keterangan dari Wakapolres Madina, PC PMII mengaku kecewa dengan jawaban tersebut. Hal itu disuarakan oleh Alwi Rahman selaku Ketua PC PMII Madina.

“Kami sangat kecewa dengan jawaban bapak Wakapolres. Bagaimanapun beliau adalah salah satu pimpinan di Polres Madina yang mempunyai legalitas untuk berbicara dan menjawab tuntutan kami ini. Ini sudah kedua kalinya kita aksi, namun jawaban yang kita terima tetap sama,” tegas Alwi.

Adapun beberapa poin tuntutan PC PMII Madina yaitu meminta agar pihak kepolisian dengan tegas menertibkan dan menindak pelaku aktivitas penambangan liar yang jelas merusak lingkungan di Kecamatan Muara Batang Gadis sekaligus melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas tersebut.

Reporter: Hasmar Lubis
Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi