menu Home chevron_right
Hiburan

Ghost Writer 2 Siap Rilis di Bioskop, Debut Sutradara Muhadkly Acho hingga Deva Mahenra Jadi Hantu

Redaksi | 13 Juli 2022

Jakarta, StArt FM – Ghost Writer 2 adalah film produksi Starvision Plus yang siap tayang di bioskop Tanah Air pada 21 Juli 2022. Film tersebut merupakan debut sutradara Muhadkly Acho. Selain itu, aktor Deva Mahenra akan berperan sebagai hantu untuk kali pertama selama menjadi aktor.

Ada beberapa kebaruan yang disajikan Ghost Writer 2 dibandingkan film pertamanya. Berikut rangkuman Kompas.com. Debut Muhadkly Acho Muhadkly Acho didapuk menggarap sekuel film Ghost Writer.

Film ini merupakan debut kariernya sebagai sutradara film. Pada film pertamanya, Ghost Writer disutradarai oleh Bene Dion. Sementara itu pada Ghost Writer 2, Bene Dion duduk sebagai produser bersama Ernest Prakasa.

“Saya senang sekali, ini sebenarnya film pertama yang saya sutradarai. Ini ada sebelum Gara Gara Warisan karena syutingnya dimulai ketika peralihan di masa pandemi,” kata Acho dalam konferensi pers di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022).

Meski begitu, Acho tak menampik merasakan beban yang berat dari proyek ini. “Beban pasti ada. Basic-nya, proyek ini proyek beban. Pak Chand Parwez (Produser StarvisionPlus) ingat, saya tanyain ‘Pak, yakin saya yang jadi sutradara?’,” lanjut Acho.

Pengalaman berbeda dirasakan oleh Deva Mahenra dalam film Ghost Writer 2. Melanjutkan perannya sebagai Vino, Deva harus merasakan menjadi hantu usai karakternya diceritakan meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi syuting.

“Ini pengalaman pertama jadi makhluk tak kasat mata. Sesuatu yang berbeda. Menurut saya itulah indahnya berakting,” ucap Deva Mahenra.

Deva Mahenra mengatakan dia tidak ingin menjadi aktor yang terjebak pada sebuah stereotipe. Karena itu dia ingin memainkan berbagai jenis karakter, termasuk sebagai hantu. “Setelah lewati beberapa pertimbangan, sepertinya menarik juga berperan sebagai hantu. Karena kita biasanya aktor Indonesia itu terjebak dalam sebuah stereotipe,” ujar Deva.

“Ketika memerankan peran yang itu-itu saja, stereotipe itu ada di mindset penonton. Ini salah satu cara gue memainkan peran berbeda sehingga tidak ada stereotipe. Memperluas spectrum akting aja,” lanjutnya.

Berbeda dengan film pertamanya, Ghost Writer 2 mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan hingga human trafficking.

Acho mengaku tak pernah berencana untuk menyelipkan isu krusial tersebut dalam film. “Terkait isu sosial, kita enggak pilih. Ada beberapa, ternyata yang bisa disematkan di konflik ini ya isu kekerasan terhadap perempuan,” ungkap Acho. “Isunya enggak terlalu jauh juga dengan kita. Isu kekerasan terhadap perempuan lagi banyak dibicarakan. Enggak salah juga kita angkat dalam film,” lanjutnya. Kekerasan terhadap perempuan tergambar jelas lewat apa yang dialami oleh karakter Siti yang diperankan Annisa Hertami.

Siti menjadi korban human trafficking dan kekerasan terhadap perempuan. Dia meninggal dunia di tangan penjahat yang menculiknya. Siti kemudian menjadi sosok hantu yang menemani Deva Mahenra. Menurut produser Chand Parwez, isu kekerasan terhadap perempuan menambah kebaruan cerita dan unsur dramatik dalam film tersebut.

“Akhirnya kita memutuskan lebih kuat unsur dramatik. Menurut saya ada kebaruan di Ghost Writer 2,” ungkap Parwez. Film Ghost Writer 2 melanjutkan cerita kesuksesan tokoh Naya (Tatjana Saphira) yang akhirnya menjadi penulis novel terkenal.

Sayangnya, Naya justru dicap sebagai cenayang dibanding penulis. Hal tersebut membuat Naya kesal dan enggan berurusan dengan dunia hantu lagi. Namun, semua berubah saat calon suaminya, Vino (Deva Mahenra), meninggal dunia dalam kecelakaan di lokasi syuting. Saksikan kelanjutan kisah film Ghost Writer 2 di bioskop pada 21 Juli 2022 mendatang.

Sumber: kompas.com

 

 

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play