menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Irwansyah Lubis: Mengungkap Pelaku Penghinaan Ponpes Musthafawiyah Seharusnya Bukan Hal Sulit bagi Polisi

Roy Adam | 19 Februari 2021

Foto: Muhammad Irwansyah Lubis.

Panyabungan, StArtNews-Alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru yang juga Sekretaris PPP Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Irwansyah Lubis turut angkat bicara terkait pelecehan dan penghinaan terhadap Ponpes Musthafawiyah yang dilakukan akun Facebook Rizky Hardiansyah.

Mantan Anggota DPRD Madina ini menyampaikan seharusnya mengungkap pemilik akun tersebut bukan hal sulit bagi pihak kepolisian, terutama Poldasu dengan unit cyber yang telah teruji dalam pengungkapan kasus-kasus besar.

Irwansyah juga merasa sangat kecewa melihat lambannya pergerakan polisi dalam menangani kasus ini. Apalagi penghinaan yang dilakukan oleh akun tersebut berulang dan lebih biadab dari seblumnya.

“Apakah harus ribut dulu baru bisa dituntaskan? Saya sebagai salah satu alumni Musthafawiyah sangat kecewa dengan penanganan kasus ini yang begitu lamban. Sudah 10 hari sejak prtemuan Kapolres dengan Mudir Musthafawiyah, bukannya terungkap malah muncul lagi kasus baru dengan pelaku yang sama, malah lebih membuat miris dan sedih karena yang dilecehkan selain pondok pesantren juga ulama yang sudah almarhum. Sungguh biadab,” sebutnya ketika dihubungi StArtNews, Jumat (19/2).

Sebelumnya, akun Facebook Rizky Hardiansyah memuat postingan yang melecehkan Ponpes Musthafawiyah pada rentang 5-6 Februari 2021. Hal itu kemudian dilaporkan oleh pihak pesantren kepada Polres Madina melalui kuasa hukum dan pimpinan pesanteren.

Namun, bukannya terungkap, pemilik akun pada rentang 15-18 Februari kembali membuat postingan serupa dengan melibatkan wajah ulama dan pengajar di Ponpes Musthafawiyah yang sudah diedit sedemikian rupa sehingga membuat yang melihat geram.

Kasus ini telah mendapat perhatian dari banyak kalangan, baik tokoh, alumni pesantren maupun masyarakat, tetapi sampai berita ini dilansir pihak kepolisian belum berhasil menangkap pelaku.

Tim Redaksi StArtNews

Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Written by Roy Adam

Comments

This post currently has 1 comment.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play