Menanti Langkah Konkret PT SMGP

Menanti Langkah Konkret PT SMGP

SIKAP REDAKSI-Pasca kebocoran gas H2S ke udara akibat pembukaan keran tabung gas PT SMGP yang menewaskan 5 warga Desa Sibanggor Julu dengan 2 di antaranya anak-anak telah membawa pihak perusahaan mendatangi para korban dan keluarganya secara langsung. Kedatangan pihak perusahaan pun diwakili oleh Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto. Artinya perusahaan benar-benar menunjukkan kehadiran dan rasa belasungkawa mereka dengan menurunkan orang yang berada pada posisi penting di perusahaan, alih-alih hanya menghadirkan External Affairs.

Kehadiran perusahaan dalam menyambangi para korban yang turut didampingi oleh Kapolres Madina, AKBP Horastua Silalahi benar-benar layak diapresiasi. Apalagi kegiatan tersebut diikuti dengan pemberian bantuan sembako kepada 450 kepala keluarga. Yang artinya, bukan hanya masyarakat yang terdampak secara langsung yang mendapat perhatian tetapi juga warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun, kalau berbicara persoalan tragedi yang sampai menewaskan 5 nyawa, terlebih 2 di antaranya adalah anak-anak, rasanya pemberian sembako bukan langkah yang dinantikan oleh pemerintah, masyarakat dan para korban. Langkah konkret perusahaan jelas sedang dinantikan oleh semua orang. Termasuk pihak Kementerian ESDM. Evaluasi kinerja mutlak harus dilakukan sebagai langkah berikutnya. Kejadian apa pun yang sampai menghilangkan nyawa semestinya dilakukan pengusustan secara mendalam.

Ketua Fraksi PKB Madina, Edi Anwar dan Anggota Fraksi Demokrat, Rahmad Riski Daulay sama-sama sepakat dan menyampaikan dengan tegas agar tragedi tersebut diusut sampai tuntas. Pihak kepolisian diminta untuk melakukan penyelidikan dengan transparan sehingga tidak menimbulkan desas-desus yang justru meresahkan masyarakat.

Kapolres Madina, AKBP Horastua Silalahi yang dikenal sebagai sosok humanis turun ke lokasi bukan hanya sebagai aparat tetapi juga sebagai manusia. Sebagai pribadi, Kapolres hadir untuk memberikan dukungan moral kepada para korban dan keluarganya. Sebagai aparat, AKBP Horastua Silalahi meminta agar masyarakat bersabar menanti hasil penyelidikan. Artinya, kepolisian pun telah terpanggil untuk mengusut kejadian ini. Sampai saat ini satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah menanti hasil penyelidikan dan pengusutan pihak-pihak berwenang dan internal perusahaan.

Kejadian yang dinilai sebagai keteledoran dan kurangnya sosialisasi dari perusahaan itu tidak boleh dianggap telah selesai sebelum hukum memutuskan demikian. Tragedi yang membuat puluhan warga Desa Sibanggor Julu harus melewati perawatan intensif di rumah sakit tak bisa dipandang terjadi akibat humar error semata tanpa tindak lanjut yang menunjukkan keadilan dan ketransparanan. Mereka, para korban, tak bisa dan tak cukup diganti dengan silaturrahmi dan sembako semata tanpa menghadirkan keadilan.

Eddiyanto dalam pertemuan dengan keluarga para korban telah berjanji dan menyampaikan perusahaan akan berkomitmen dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang terjadi akibat kebocoran gas H2S yang menjadi tragedi itu. Komitmen itu sedang dinanti dan ditunggu oleh semua pihak, baik itu korban, masyarakat maupun pemerintah. Komitmen itu tidak bisa dipandang hanya sekadar hadir dan memberikan bantuan maupun ganti rugi kepada para korban. Sebesar apa pun ganti rugi itu tak akan cukup dan tak akan bisa mengganti apa yang hilang. Namun, yang lebih penting adalah perusahaan terbuka untuk melakukan penyelidikan baik oleh internal maupun aparat untuk menyeret mereka yang bersalah ke depan hukum dan memastikan kejadian serupa tak terulang di masa yang akan datang.

Dalam berbagai perkara yang menghadapkan masyarakat dengan pemerintah, hampir selalu dimenangkan oleh perusahaan dengan berbagai upaya. Upaya paling ampuh adalah dengan memberikan uang; baik itu santunan, sogokan, intimidasi atau apa pun jenisnya demi melenggangkan perusahaan dari hadapan hukum. Perusahaan yang boleh disebut sebagai wakil kapitalisme memang cenderung menimbang segala perkara dengan uang semata, tanpa melirik sisi humanisme atau kemanusiaan.

Kehadiran pihak perusahaan adalah satu langkah kecil dari sebuah iktikad baik untuk berdamai dan berkomitmen memberikan keadilan kepada masyarakat. Langkah-langkah konkret berikutnya masih cukup banyak yang harus ditempuh. Penting bagi masyarakat untuk terus mengawasi dan membiarkan pihak-pihak berwenang bekerja serta meminta ketransparanan penyelidikan. Masyarakat tak perlu ikut campur terlalu jauh. Apalagi sampai mengambil keuntungan pribadi dari sebuah tragedi yang menyisakan luka yang tak akan pernah padam.

Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...