menu Home chevron_right
Berita MadinaSikap Redaksi

Napas Baru di RSUD Panyabungan

Redaksi | 23 Februari 2026

BAGI pasien gagal ginjal, jarak tempuh menuju meja perawatan sering kali menjadi beban yang sama beratnya dengan penyakit itu sendiri. Selama ini, warga Mandailing Natal (Madina) harus berjibaku dengan waktu dan biaya transportasi yang tinggi demi mendapatkan layanan cuci darah di luar daerah.

Namun, langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Madina di RSUD Panyabungan per 20 Februari 2026 ini membawa pesan kuat bahwa akses kesehatan yang layak bukan lagi sekadar impian bagi masyarakat di daerah.

Kehadiran 12 unit mesin Hemodialisa (HD) terbaru di gedung baru RSUD Panyabungan di Kawasan Panatapan bukan hanya soal penambahan inventaris medis, melainkan solusi konkret atas persoalan kemanusiaan.

Dengan kapasitas yang mampu melayani hingga 24 pasien setiap hari melalui sistem dua shift, RSUD Panyabungan kini bertransformasi menjadi tumpuan harapan baru. Ini langkah maju yang patut diapresiasi, mengingat betapa pentingnya rutinitas tindakan medis ini bagi keberlangsungan hidup para pasien.

Hal yang paling mencuri perhatian dari kebijakan Bupati Madina H. Saipullah Nasution adalah keberaniannya mengambil jalan keluar kreatif di tengah keterbatasan APBD. Penggunaan skema kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengadaan alat-alat canggih tersebut merupakan bukti kecerdasan manajerial bisa mengalahkan hambatan finansial.

Melalui pola kemitraan ini, pemerintah daerah berhasil menghadirkan fasilitas medis mutakhir tanpa harus membebani anggaran daerah secara langsung. Ini sebuah langkah win-win solution yang seharusnya menjadi inspirasi bagi kepala daerah lain.

Keputusan ini menunjukkan bahwa fokus pada pelayanan publik tidak harus selalu menunggu ketersediaan dana yang melimpah. Dengan menggandeng mitra profesional, risiko perawatan alat dan pembaruan teknologi menjadi lebih terjamin, sehingga manajemen rumah sakit dapat sepenuhnya mencurahkan energi mereka untuk meningkatkan kualitas layanan pasien.

Komitmen ini semakin terlihat nyata ketika Bupati Saipullah didampingi Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution memantau langsung fasilitas dan memberikan dukungan moral kepada para pasien.

Tentu saja, kehadiran mesin-mesin canggih ini hanyalah awal dari perjalanan panjang perbaikan kualitas kesehatan di Madina. Rencana bupati untuk terus menambah unit sesuai dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) medis menjadi catatan penting yang harus dikawal bersama.

Infrastruktur ruangan yang sudah memadai di Panatapan harus segera diimbangi dengan akselerasi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan agar fasilitas yang ada dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Langkah Pemkab Madina ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang berempati akan selalu menemukan jalan untuk menyejahterakan rakyatnya.

Kita berharap, semangat yang dibawa dari gedung baru RSUD Panyabungan ini menular ke sektor pelayanan publik lainnya, sehingga menjadikan Madina sebagai daerah yang tidak hanya mandiri secara administrasi, tetapi juga mandiri dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warganya.

Kesehatan memang mahal. Namun, ketidakhadirannya jauh lebih mahal. Langkah RSUD Panyabungan merupakan investasi kemanusiaan yang nilainya tak terhingga bagi masa depan Madina.

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play