Rahmad Riski Minta Polisi Transparan dalam penyelidikan

Panyabungan, StArtNews-Uji coba pengoperasian sumur baru PT SMGP yang menewaskan 5 warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi karena menghirup gas beracun H2S mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Kali ini Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Fraksi Demokrat, Rahmad Riski Daulay angkat bicara. Ia menyayangkan kejadian tersebut apalagi kuat dugaan terjadi akibat kelalaian pihak perusahaan.

“Kita menyangkan peristiwa yang telah mengakibatkan 5 warga meninggal dan puluhan yang dirawat di RSU Panyabungan. Kita menduga kejadian ini akibat kelalaian pihak perusahan,” ujar Rahmad Riski Daulay, Rabu (27/1).

Untuk itu, ia meminta perusahaan bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Baik materi maupun non materi.

“Perusahan harus bertanggungjawab atas kejadian ini, mulai dari pengobatan korban, serta santunan bagi keluarga yang meninggal. Selanjutnya, masyarakat sekitar juga harus menjadi perhatian perusahaan,” sebutnya.

Anggota DPRD Madina tiga periode ini juga mengimbau masyarakat agar tenang dan tidak terpancing untuk berbuat anarkis.

“Masyarakat jangan mau terprovokasi yang membuat anarkis, masyarakat harus tetap tenang dan berwaspada,” ujarnya.

Rahmad Riski juga meminta pihak yang berwenang untuk melakukan pengusutan dan penyelidikan dengan transparan agar tidak menimbulkan kekisruhan atau isu-isu yang tidak benar di tengah-tengah masyarakat.

“Mari sama-sama kita kawal proses hukum atas kejadian ini. Namun, kita berharap kepada kepolisan agar menegakan hukum serta transparan dalam hasil penyelidikan,” pungkasnya.

Reporter: Putra Saima

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi