Sukhairi-Atika Komitmen Perhatikan Pesantren dan MDTA

Kotanopan, StArtnews-Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1, Jakfar Sukhairi-Atika Azmi Utammi berkomitmen akan lebih memperhatikan pondok pesantren dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) kalau nantinya terpilih menjadi bupati/wakil bupati Madina periode 2021-2024.

Komitmen itu dikatakan Atika Azmi di hadapan ratusan santri, ustaz dan Pimpinan Pondok Pesantren saat memperingati Hari Santri tahun 2020 di Pondok Pesantren Subulussalam Sayurmaincat Kotanopan, Kamis (22/10).

Selain memperingati Hari Santri, kedatangan Atika ke Pesantren ini untuk menyerahkan bantuan Anggota DPR RI dari PKB, Marwan Dasopang kepada 10 pimpinan Pondok Pesantren di Madina.

Kedatangan Atika juga didampingi Ketua DPC PKB Madina, Khoiruddin Faslah Siregar, pengurus partai, tokoh masyarakat Madina H. Khoiruddin Nasution dan ibu Hamidah Lubis.

Dalam kesempatan itu, Atika mengapresiasi anggota DPR RI dan Pemerintah yang telah mengesahkan UU No. 18 tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.

“Undang-undang ini merupakan aksi nyata untuk Indonesia. Sedangkan aksi nyata untuk Madina akan membuat Peraturan Daerah (Perda) sebagai turunannya kalau Allah menitipkan puncak kepemimpinan kepada SUKA,” ujar Atika.

Ditambahkannya, Perda ini akan dibuat, sehingga bantuan atau fasilitas dan SDM di Pesantren maupun MDTA bisa lebih maksimal untuk membina santri di Madina.

Perhatian Pemkab Madina terhadap pesantren dan MDTA selama ini masih minim. Ini dilihat dari minimnya fasilitas, bantuan dan kesejahteraan pengajara dengan barometer gaji per bulan. Akan sulit bagi para ustaz dan ustazah memberikan pendidikan yang maksimal bagi santri kalau kesejahteraan mereka kurang diperhatikan.

Atika juga berharap agar Hari Santri yang dimulai diperingati tahun 2015, tidak lagi diapandang sebelah mata.

“Ini merupakan fondasi, tiang tengah dan ruh kemerdekaan. Kalau saja saat itu, Kyai H. Hasim Asyari tidak bermunajad, tidak terwujud hari ini dan kemungkinan sekutu akan terus di Indonesia. Saat itu, lahirlah resolusi jihad,” ucap Atika.

Sedangkan Ketua DPC PKB Madina, Khoiruddin Faslah Siregar sangat mendukung komitmen Sukhairi-Atika untuk lebih memperhatikan Pondok Pesantren.

“Peran Santri untuk merebut kemerdekaan tidak bisa dinapikan. Apalagi konteks Mandailing Natal saat ini Pondok Pesantren sangat banyak jumlahnya, jadi memang perlu perhatian lebih dari Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih nantinya,” terang Faslah.

Dalam peringatan Hari Santri ini yang digelar di Ponpes Subulussalam diaksanakan beberapa kegiatan seperti olah raga, pidato, perlombaan kaligrafi, khadroh, upacara, zikir dan doa.

Reporter: Lokot Husda

Editor: Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi