Tak Kunjung Dapat Bantuan, Penarik Betor Kembali Geruduk DPRD Madina

Foto: Penarik Betor di Panyabungan Geruduk Kantor DPRD Madina.

Panyabungan, StArtNews-Pulahan penarik becak beromotor (betor) kembali mendatangi gedung DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Mereka menuntut agar kehidupannya bisa terbantu di tengah wabah pandemi virus Corona.

Para penarik betor ini tiba di halaman gedung DPRD sekira pukul 15.00 WIB, Kamis (16/04). Mereka beralasan, sejak pandemi Covid-19 mewabah pendapatan para penarik betor menurun drastis.

Seorang penarik betor, Pardamean warga Kelurahan Sipolu-Polu Kecamatan Panyabungan mengatakan, sebelum Covid-19 mewabah dia bisa memperoleh uang Rp100.000 per hari.

“Itu pendapatan saya dan itu pun sudah dipotong dengan minyak dan makan. Sejak dua bulan terakhir atau karena corona ini pendapatan saya turun drastis,” ucapnya.

Ia berharap ada keringanan tangan dari para pemimpin daerah ini untuk membantu kehidupan para penarik betor.

“Sebenarnyakan kemarin kami (penarik betor) sudah pernah datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi kami. Setelah itu kami disuruh memberikan data kami ke kantor lurah dan kepala desa. Selain itu kami pun kemarin sudah didata sama Satlantas,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis mengatakan untuk memberikan bantuan kepada para betor sebenarnya DPRD tidak ada kuasa.

“Namun, hanya saja kalian (penarik betor) termasuk warga Mandailing Natal. Kami di DPRD ini wajib menampung aspirasi kalian,” jelas Erwin di hadapan para penarik betor.

Erwin menyampaikan agar persoalan ini cepat teratasi, ia meminta penarik bettor kembali membuat data dan menyerahkannya secara lansung kepada ke DPRD.

“Saya ingin agar secapat mungkin memberikan datanya. Setelah itu nanti kita (DPRD) konsultasikan ke Dinas Sosial. Namun, tanda petik yang sudah mendapatkan bantuan PKH dan BLT nanti tidak dapat,” ujarnya.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi