Tambang Emas Ilegal di Madina Akan Ditutup?

Mandailing Natal.StArtNews- Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan menutup semua tambang emas ilegal yang menggunakan alat tradisional dan merkuri yang berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Hal tersebut disampaikan Edy Rahmayadi saat membuka acara Pra-Musrenbang wilayah Pantai Barat 2020 yang meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, Paluta, Palas, Pemko Padangsidimpuan dan Madina di Gedung Serbaguna, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (20/2).

“Kemarin saya pernah didatangi orang Finlandia dan menyampaikan bahwa merkuri sampai kapan pun tidak akan bisa hilang. Dia berada di dasar air, dia berada di tanaman dia berada di udara,” terangnya.

“Waktu itu saya bilang, tolong bantu saya, orang Finlandia itu mengatakan bisa dibantu kalau tambang ilegal sudah dihentikan. Kalau itu dibantu dibersihkan, habis itu dilakukan lagi percuma saja,” lanjutnya.

Lulusan Akmil ini menyatakan kesiapan untuk menghentikan aktivitas tambang emas ilegal yang sangat berbahaya tersebut.

“Tapi sebelumnya wilayah tambang ilegal ini akan saya kembalikan fungsinya seperti sediakala, ya, pak Bupati,” katanya.

Edy tak percaya semua penambang emas ilegal itu rakyat kecil. Ia yakin ada alat berat yang dikerahkan dan itu tak mungkin dilakukan rakyat biasa.

Selepas penutupan tambang emas ilegal tersebut, Edy menyampaikan ia akan memberikan ternak untuk masyarakat yang mau beternak, yang berkebun akan dikasih peralatan untuk berkebun, dan alat tani untuk yang bertani.

“Tapi habis itu, mohon maaf pak Kapolres, saya hentikan itu karena itu wewenang saya sebagai Gubernur,” tegas mantan Ketua PSSI ini.

Mantan Pangkostrad ini juga menyatakan siap di-bully masyarakat karena penutupan tambang itu. Baginya itu bukan apa-apa dibandingkan kebaikan dan kesehatan masyarakat.

“Silakan bully saya, marahi saya. Insyaallah saya ikhlas menjalani ini. Demi Allah, ini semua untuk rakyat yang kita sayangi ini,” kata Edy.

Edy percaya meski tambang ilegal ditutup, masyarakat yang hidupnya bergantung dengan tambang tidak akan hidup susah.

Edy menyampaikan ia sudah memerintahkan kepala Dinas Pertanian dan Dinas peternakan untuk menyiapkan kolam atau ternak bagi masyarakat sebagai ganti usaha. Untuk pengawasan mulai dari penyaluran sampai keberlanjutannya akan ditugaskan kepada Kapolres.

Edy berharap setiap elemen ikut berperan aktif untuk mengatasi tambang emas ilegal karena dampaknya akan mengancam masa depan generasi berikutnya. Apalagi sejak tahun 2018 sudah ada 12 anak yang terlahir dengan kondisi yang tidak wajar.

Reporter: Saima Putra

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi