Wabah Misterius di India, 56 Anak-anak Meninggal Dunia

India, StartNews – Sebanyak 56 anak-anak meninggal dunia diduga akibat wabah demam misterius yang terjadi di India Utara, Uttar Pradesh, dalam beberapa hari belakangan ini. Jika sebelumnya, wabah demam ini masih menjadi pertanyaan, tetapi diduga demam ini mirip dengan wabah demam berdarah.

“Diduga penyakit ini disebabkan oleh demam berdarah, karena para pasien terutama anak-anak di rumah sakit meninggal dengan sangat cepat,” ujar pejabat kesehatan senior di distrik Firozabad, Dr. Neeta Kulshrestha, dikutip melalui BBC News, Senin (6/9/2021).

Hal tersebut terlihat dari ciri-ciri gejala yang ditimbulkan, yakni gejala demam tinggi, nyeri sendi, sakit kepala, dehidrasi, dan mual, bahkan beberapa pasien mengalami ruam di tungkai atas dan bawah.

Lebih anehnya lagi, tidak satupun korban demam ini didiagnosis positif Covid-19. Sebab, hasil tes darah sejumlah pasien menunjukkan penurunan jumlah trombosit yang biasanya disebabkan oleh DBD.

Sebagai informasi, demam berdarah menjadi penyakit virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti Dengue melalui gigitan.

Nyamuk ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, sebagian besar menempati perkotaan. Tidak hanya itu, virus dengue juga memiliki 4 jenis, yang artinya seseorang dapat terinfeksi sebanyak empat kali.

Sementara berdasarkan data yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan terdapat sekitar 390 juta infeksi dengue di seluruh dunia.

Jumlah infeksi dan kematian telah meningkat secara drastis dalam beberapa dekade terakhir, melonjak empat kali lipat antara tahun 2000 dan 2015, tatkala 4.032 orang meninggal karena penyakit DBD.

Sumber: RRI

The post Wabah Misterius di India, 56 Anak-anak Meninggal Dunia first appeared on Start News.

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi