menu Home chevron_right
Newsline

Kemenhaj Perkuat Koordinasi Distribusi Makanan Siap Saji Jamaah Haji di Makkah

Redaksi | 11 Mei 2026

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan distribusi makanan siap saji (RTE) untuk jamaah haji di Makkah, menargetkan distribusi tuntas pada 4 Dzulhijjah.

Makkah, StartNews – Kementerian Haji dan Umrah memperkuat koordinasi teknis bersama para mitra penyedia layanan konsumsi untuk memastikan kesiapan distribusi makanan siap saji atau Ready-to-Eat (RTE) di wilayah kerja Makkah pada Minggu, 10 Mei 2026. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran layanan konsumsi jamaah haji pada fase puncak operasional yang sangat padat.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan para mitra penyedia layanan RTE serta jajaran PPIH Arab Saudi dengan fokus utama pada pembahasan teknis distribusi dan sinkronisasi logistik. Pertemuan ini bertujuan memantapkan alur penyaluran RTE ke dapur-dapur layanan jamaah agar seluruh proses berjalan secara efektif, terukur, dan terintegrasi dalam satu sistem pengawasan.

Layanan RTE ini disiapkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah pada fase pra-Armuzna, yakni pada tanggal 7 dan 8 Dzulhijjah, serta fase pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah. Mengingat mobilitas yang tinggi pada periode tersebut, penggunaan makanan siap saji dianggap sebagai solusi paling efisien untuk menjangkau jamaah di tengah kepadatan aktivitas ibadah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, menegaskan RTE merupakan komponen layanan yang sangat krusial. Menurutnya, distribusi logistik ini harus dilakukan dengan ketelitian tinggi agar hak-hak konsumsi jamaah tetap terpenuhi dengan baik meskipun dalam kondisi operasional yang sibuk.

“RTE ini menjadi layanan yang sangat penting karena langsung berkaitan dengan kebutuhan konsumsi jamaah pada fase-fase krusial. Karena itu, distribusinya harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Jaenal Effendi.

Lebih lanjut, Jaenal menekankan seluruh proses pengiriman RTE ke dapur-dapur layanan harus diselesaikan paling lambat pada tanggal 4 Dzulhijjah. Batas waktu ini ditetapkan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari kemacetan logistik dan memastikan ketersediaan stok sebelum memasuki rangkaian puncak haji.

“Target kita jelas, seluruh RTE sudah harus terdistribusi ke dapur-dapur layanan paling lambat 4 Dzulhijjah. Ini penting agar tidak ada kendala pada fase layanan berikutnya,” tegas Jaenal.

Kemenhaj juga menginstruksikan adanya sinergi yang kuat antara penyedia layanan, pengelola dapur, dan mitra logistik di lapangan. Selain ketepatan waktu, seluruh pihak diminta untuk tetap mengedepankan standar kualitas makanan dan keamanan pangan guna menjaga kesehatan jamaah selama menjalankan ibadah.

Sebagai bentuk pengawasan, Kementerian Haji dan Umrah akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap proses distribusi ini. Monitoring dilakukan untuk menjaga konsistensi layanan di lapangan sekaligus memberikan respons cepat terhadap potensi kendala operasional yang mungkin muncul secara mendadak.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play