menu Home chevron_right
Berita Sumut

VIDEO VIRAL: Ibu Hamil di Tapsel Ditandu 7 Jam Melalui Jalan Setapak Demi ke Rumah Sakit

Redaksi | 11 Mei 2026

Seorang ibu hamil di Desa Aek Nabara, Tapanuli Selatan, terpaksa ditandu warga selama 7 jam melalui jalan setapak menuju rumah sakit karena akses infrastruktur yang buruk.

Tapsel, StartNews – Seorang ibu hamil yang hendak melahirkan di Desa Aek Nabara, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terpaksa dievakuasi oleh warga dengan cara ditandu menggunakan tandu bambu sederhana untuk mendapatkan layanan medis.

Evakuasi itu dilakukan secara gotong-royong oleh puluhan warga, karena akses jalan menuju desa tersebut masih minim dan hanya berupa jalan setapak yang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Berdasarkan unggahan video dari akun facebook Explore Tabagsel yang dilihat pada Senin (11/5/2026), tidak dijelaskan kapan persisnya peristiwa itu terjadi.

Yang pasti, video itu memperlihatkan warga harus berjalan kaki menyusuri hutan dan perbukitan selama kurang lebih 6 hingga 7 jam perjalanan. Perjalanan panjang ini dilakukan demi mencapai titik lokasi yang bisa diakses oleh kendaraan roda empat agar sang ibu dapat segera dibawa menuju rumah sakit di wilayah Sipirok.

Kondisi infrastruktur yang tertinggal ini membuat keselamatan ibu dan janin dalam kandungan terancam akibat guncangan dan durasi perjalanan yang lama. Warga setempat menyatakan metode tandu adalah satu-satunya pilihan yang mereka miliki setiap kali ada warga yang mengalami kondisi darurat medis.

Salah seorang warga yang ikut menandu menyampaikan rasa keprihatinannya atas kondisi yang terus berulang di desa mereka.

“Beginilah kondisi kami setiap ada yang sakit atau mau melahirkan, harus ditandu berjam-jam karena jalan tidak ada. Kami sangat berharap pemerintah memperhatikan nasib kami di sini,” ujarnya dalam video tersebut.

Kondisi ini dinilai sudah kritis dan menunjukkan adanya ketimpangan akses layanan kesehatan di wilayah Tapanuli Selatan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat di Desa Aek Nabara masih harus mempertaruhkan nyawa dan menempuh perjalanan fisik yang berat hanya untuk mendapatkan hak dasar berupa layanan kesehatan dari pemerintah daerah setempat.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play